BPIP Serahkan Pompa Air dan Hewan Kurban ke Kodam VI/Mulawarman: Pancasila Harus Hidup dan Bekerja untuk Rakyat

AKURAT.CO Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Yudian Wahyudi, menyerahkan secara simbolis 10 unit pompa air dan sejumlah hewan kurban kepada Kodam VI/Mulawarman di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Bantuan tersebut merupakan bentuk gotong royong dari para pegawai BPIP sebagai aksi nyata implementasi nilai-nilai Pancasila.
Dalam sambutannya, Prof. Yudian menegaskan bahwa keberadaan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka adalah buah dari kekuatan Pancasila yang mempersatukan.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia lahir bukan karena kekuatan militer atau campur tangan negara besar, melainkan karena keyakinan dan tekad rakyat yang bersatu.
“Kita merdeka hanya dalam 50 detik. Tanpa letusan peluru, tanpa bantuan negara adidaya. Di tengah Perang Dunia II, bangsa ini berdiri sendiri karena satu hal: Pancasila,” ujar Yudian.
Ia juga mengenang sejarah para pemuda yang menempuh pendidikan kolonial namun justru menjadi pelopor persatuan bangsa.
Baca Juga: Serikat Pekerja PT Pos Indonesia Temui Wakil Ketua DPR RI, Soroti Isu Pensiun dan Sistem Pengupaha
“Dari mereka lahir Sumpah Pemuda, lahir Indonesia Raya. Itu bukan kebetulan, itu mukjizat politik. Dan itu adalah Pancasila,” lanjutnya.
Prof. Yudian juga menyampaikan bahwa Kalimantan Timur adalah simbol kekayaan agraris bangsa yang memiliki peran penting dalam masa depan Indonesia.
Ia menekankan pentingnya mewariskan sumber daya tersebut kepada generasi mendatang.
“Mesir besar karena Sungai Nil, tapi Kalimantan punya lebih. Kekayaan ini bukan hanya untuk kita, ini titipan untuk anak cucu,” ujarnya.
Deputi Bidang Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Prakoso, menegaskan bahwa penyerahan bantuan ini adalah bukti bahwa Pancasila bukan sekadar semboyan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan konkret.
“Kami tidak datang membawa wacana. Kami datang membawa air untuk kehidupan, dan hewan kurban sebagai bentuk syukur dan solidaritas,” tegas Prakoso.
Menurutnya, 10 unit pompa air yang diserahkan akan digunakan untuk mengairi lahan pertanian warga sekitar, sementara sapi kurban akan didistribusikan untuk kebutuhan masyarakat dalam momentum hari raya keagamaan.
“Ini adalah Pancasila yang hidup, bernapas, dan bekerja untuk rakyatnya. Karena Pancasila sejati hadir lewat tindakan, bukan sekadar pidato,” pungkas Prakoso.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian pembumian Pancasila di berbagai daerah, sejalan dengan komitmen BPIP untuk memastikan nilai-nilai luhur bangsa terus diterapkan dalam kebijakan dan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









