Akurat
Pemprov Sumsel

Penyelenggaraan Haji 2025 Masih Banyak Masalah, Prabowo Diminta Evaluasi Kinerja Kemenag

Ahada Ramadhana | 8 Juni 2025, 20:53 WIB
Penyelenggaraan Haji 2025 Masih Banyak Masalah, Prabowo Diminta Evaluasi Kinerja Kemenag

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, diminta untuk mengevaluasi seluruh proses pelaksanaan hingga kinerja Menteri Agama dan jajarannya dalam penyelenggaran haji 2025.

Sebab, pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 masih banyak meninggalkan permasalahan, akibat buruknya pelayanan hingga membuat para jemaah haji Indonesia tidak terlayani dengan baik.

"Penyelenggaraan haji tahun 2025 ini salah satu yang terburuk dari sebelumnya. Presiden Prabowo harus turun tangan memberikan atensi serius dan evaluasi menyeluruh termasuk kinerja kemenag dan jajarannya yang gagap mengantisipasi perubahan sistem pelayanan syarikah hingga para jemaah haji menjadi korban ketidakberesan dari mulai pemberangkatan, pemodokan hingga puncak haji (armuzna)," kata Koordinator Poros Muda NU, Ramadan Isa kepada media, Minggu (8/6/2025).

Baca Juga: Pelaksanaan Haji 2025 Masih Berantakan, Kemenag Harus Evaluasi Menyeluruh

Beberapa permasalahan yang menjadi perhatian Poros Muda NU dalam penyelenggaraan haji 2025 ini, ialah carit marutnya pemondokan, pelayanan transportasi, hingga saat puncak haji banyak jamaah yang terlantar saat hendak menuju Arafah dan saat di Muzdalifah hendak menuju Mina untuk Mabit.

"Kemenag tahun ini seperti tidak belajar dari penyelenggaraan haji tahun-tahun sebelumnya, banyak jamaah yang menyampaikan kepada kami bagaimana pelayanan disana betul-betul tidak maksimal," jelasnya.

Pihaknya juga mengkritik kinerja baik pemerintah, BP Haji maupun Timwas DPR yang dinilai tidak kompak dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi jemaah. Bahkan terkesan membiarkan dan tidak paham harus melakukan apa, demi kesuksesan penyelenggaraan haji tahun ini.

Ramadan juga mengkritik Menteri Agama, yang seolah-olah menutupi semrawutnya penyelenggaraan ibadah haji 2025 ini yang diklaim lancar tidak ada jemaah yang terlantar dan sebagainya. Padahal, banyak masalah baik sejak keberangkatan, saat pemondokan dan puncaknya ketika armuzna.

"Menag mengklaim pelaksanaan penyelenggaraan haji lancar seolah semua tertangani dengan baik, padahal banyak laporan dan keluhan jemaah. Dirjen haji sampai harus meminta maaf, ini kan jadi contoh pemimpin yang tidak jujur," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.