Pengamat: Kapolri Harus Punya Nyali, Bukan Sekadar Jabatan Titipan

AKURAT.CO Isu pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo oleh Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai bagian dari hak prerogatif Presiden.
Munculnya sejumlah nama calon Kapolri ke publik dianggap sebagai strategi untuk menguji reaksi masyarakat dan elite politik.
"Menurut saya, beberapa nama calon Kapolri sengaja dilempar ke publik untuk test the water. Melihat bagaimana respon publik, elite politik, oligarki, dan partai-partai," ujar Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, Rabu (11/6/2025).
Iwan menilai, Presiden perlu melakukan penyegaran dan pembaruan kepemimpinan di Polri guna memastikan soliditas dalam mendukung dan mengamankan agenda pemerintahan ke depan.
Meski begitu, nama-nama yang beredar belum dikonfirmasi secara resmi.
"Apakah Presiden akan mengajukan calon tunggal atau lebih dari satu nama ke DPR RI, kita lihat nanti," ujarnya.
Menurut Iwan, calon Kapolri yang dipilih Presiden harus memiliki kedekatan personal dan loyalitas terhadap kepemimpinan Prabowo. Ia menegaskan, pengaruh Presiden sebelumnya, Joko Widodo, tak lagi relevan dalam proses ini.
Baca Juga: CLIK dan Perbarindo Jalin Kerja Sama Strategis Dorong Penguatan Informasi Kredit BPR
"Calon Kapolri harus orangnya Prabowo, yang loyal dan sejalan. Jokowi sudah tidak memiliki kekuasaan lagi, jadi tidak ada lagi 'titipan' darinya," tegasnya.
Iwan menyebut, Kapolri yang ideal harus memiliki integritas, kemampuan di atas rata-rata, dan keberanian dalam memberantas berbagai kejahatan serius seperti judi online, narkoba, hingga perdagangan manusia.
"Latar belakang asal kesatuan mungkin tidak terlalu penting. Yang utama adalah memenuhi syarat, berintegritas, dan berani menindak kejahatan secara tegas," katanya.
Lebih lanjut, Iwan juga menyoroti pentingnya Kapolri mendatang untuk menghapus stigma negatif terhadap institusi Polri, terutama label “Parcok” (Polisi Cari Cuan) yang kerap disematkan oleh publik.
"Citra negatif seperti 'Parcok' harus segera dihilangkan. Ini jadi PR besar bagi Kapolri selanjutnya untuk mengembalikan kepercayaan publik," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









