Akurat
Pemprov Sumsel

DPR Desak Polri Tindak Tegas Pelaku Ancaman Bom Pesawat Saudia Airlines

Paskalis Rubedanto | 18 Juni 2025, 18:29 WIB
DPR Desak Polri Tindak Tegas Pelaku Ancaman Bom Pesawat Saudia Airlines

AKURAT.CO Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam merespons ancaman bom terhadap pesawat Saudia Airlines yang mengangkut jemaah haji Indonesia. 

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu, kepolisian telah menunjukkan kerja sigap dalam situasi darurat.

"Itu kan bahaya sekali ya, makanya Bareskrim sudah turun tangan. Kita apresiasi kecepatan Polri merespons tersebut dalam konteks emergensinya. Saya lihat kemarin teman-teman Brimob sangat cekatan, langsung dicek semua detil,” ujar Habiburokhman kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/6/2025).

Baca Juga: Ancaman Bom di Pesawat Ganggu Penerbangan Jemaah Haji Indonesia

Dia juga mengungkapkan bahwa aparat kepolisian telah berhasil mengidentifikasi pelaku pengirim ancaman.

"Lalu juga tindak lanjutnya Bareskrim, saya dengar sudah langsung terdeteksi pelakunya, kalau enggak salah dari India. Tapi kan tentu kita punya hubungan kerja sama dengan Interpol untuk ditindaklanjuti maksimal, jadi enggak bisa dianggap remeh," katanya.

Meskipun ancaman tersebut terbukti palsu, Habiburokhman menegaskan, perbuatan itu tetap masuk dalam kategori aksi terorisme dan harus ditindak secara hukum.

"Walaupun enggak ada bomnya, itu sudah memasuki perbuatan teror, jadi harus diusut tuntas. Siapa yang mengirim email dan segala macam harus kita kejar," ujarnya.

Terkait usulan evaluasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji imbas dari kejadian ini, dia menilai tidak perlu. Justru, menurutnya, sistem keamanan terbukti berjalan baik.

"Oh enggak dong, enggak dong. Kan justru bagus, ada ancaman, langsung direspons, langsung terdeteksi, langsung dicek semuanya. Itu bagus, kita apresiasi setinggi-tingginya," tegasnya.

Namun demikian, dia mengingatkan tentang potensi kejadian serupa tetap ada di masa depan, terutama karena sifat ancaman yang datang dari luar negeri.

"Ya pasti kemungkinan terulang kan sangat besar, gimana coba. Apalagi kan dari luar negeri. Yang penting kalau ada peristiwa seperti ini, langsung ditindaklanjuti," tutup Habiburokhman.

Sebelumnya, Pesawat Saudia Airlines SV-5726 yang tengah mengangkut 442 jemaah haji dari Jeddah ke Jakarta harus mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, Selasa (17/6/2025). Penyebabnya adalah teror bom yang dikirimkan oleh pihak anonim melalui e-mail.

Baca Juga: Ternyata Teror Bom Pesawat Saudia Airlines Dikirim oleh Ini

Ancaman tersebut pertama kali diterima oleh PT Angkasa Pura dan langsung dilaporkan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. E-mail itu mengandung pernyataan bahwa pesawat akan diledakkan oleh pengirim yang tak dikenal identitasnya.

"Ancaman bom yang dikirimkan oleh orang yang tidak dikenal melalui surat elektronik (e-mail) pada pukul 07.30 WIB," kata Kabag Humas dan Umum Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Endah Purnama Sari.

Hingga kini, identitas pelaku pengirim e-mail masih dalam penyelidikan aparat. Meski tak ditemukan bahan peledak di pesawat, ancaman ini tetap ditangani serius sebagai bagian dari protokol keamanan penerbangan dan keselamatan jemaah haji.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.