UI dan UTP Malaysia Teken Kerja Sama Pertukaran Mahasiswa, Siap Kembangkan Program Pendidikan Digital

AKURAT.CO Universitas Indonesia (UI) melalui Fakultas Teknik (FTUI) menjalin kerja sama strategis dengan Universiti Teknologi Petronas (UTP), Malaysia, guna memperkuat jejaring pendidikan tinggi internasional.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Agreement of Intent (AOI) dalam bidang pertukaran mahasiswa, baik program gelar (degree) maupun non-gelar (non-degree).
Penandatanganan dilakukan oleh Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., dan Vice Provost Student Affairs UTP, Saravanan Muthiah, di kampus UTP, Malaysia.
Salah satu bentuk implementasi awal dari kolaborasi ini adalah keikutsertaan FTUI dalam program Integrated Engineering Program UTP yang akan mulai berjalan pada 2026.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga membahas potensi pengembangan program pendidikan digital, termasuk pembagian modul pengajaran dalam sistem hybrid learning.
Diskusi turut menyoroti tantangan pengembangan mahasiswa internasional di UTP, terutama terkait kompetensi bahasa Inggris.
UTP menjelaskan bahwa mahasiswa dari Asia Timur, Timur Tengah, dan Afrika yang belum memenuhi standar bahasa akan mengikuti program bahasa selama masa foundation selama satu semester hingga satu tahun.
Baca Juga: PIK 2 Beri BPJS Ketenagakerjaan ke 1.000 Nelayan Tanjung Pasir
FTUI dan UTP juga sepakat untuk mengembangkan program joint short course non-degree yang akan ditawarkan kepada mahasiswa dari kedua institusi.
Program ini bertujuan memperluas wawasan global dan keterampilan lintas disiplin, sekaligus mempererat hubungan akademik antarnegara.
“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring internasional FTUI sekaligus memberikan peluang belajar yang lebih inklusif. Pertukaran mahasiswa dan pendidikan digital lintas negara akan menjadi kunci dalam menyiapkan generasi insinyur yang adaptif dan kompetitif secara global,” ujar Prof. Kemas, Senin (23/6/2025).
Sementara itu, Dekan Faculty of Engineering UTP, Prof. Tang Tong Boon, menyambut baik kerja sama tersebut.
“Kami menyambut antusias kolaborasi ini, sejalan dengan komitmen UTP untuk membangun jaringan pendidikan teknik berskala internasional. Program pertukaran dan pengajaran bersama FTUI akan membuka peluang besar bagi mahasiswa kami berkembang dalam lingkungan global yang dinamis,” katanya.
Delegasi FTUI dalam kunjungan ini terdiri atas Prof. Dr. Kemas Ridwan Kurniawan dan Dr. Andyka Kusuma, S.T., M.Sc., selaku Manajer Kemitraan dan Pendidikan Internasional FTUI.
Sementara dari pihak UTP hadir antara lain Mr. Saravanan Muthiah (Vice Provost Student Affairs), Mr. Azrul Hasyimi Zabidi (Senior Manager, Student Mobility Office), Associate Prof. Ir. Dr. Haslinda Zabiri, serta sejumlah staf pengajar dan pengelola program mobilitas internasional UTP.
Baca Juga: Bansos PKH 2025 Tahap 2 Cair Juni Ini, Simak Cara Cek Lewat Website dan Aplikasi
Kolaborasi ini diharapkan mempererat hubungan bilateral antar institusi dan memperluas peran kedua universitas dalam pendidikan tinggi berbasis inovasi di Asia Tenggara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









