Denny JA Gagas Genre Lukisan Baru: Imajinasi Nusantara, Doa Damai dari Indonesia

AKURAT.CO Di tengah dentuman konflik global, dari Gaza hingga Teheran, satu narasi tanding justru datang dari Indonesia. Bukan lewat senjata, tapi melalui kanvas.
Sastrawan dan pemikir publik Denny JA melahirkan genre lukisan baru yang disebutnya Imajinasi Nusantara—dan menghadirkan karya perdana yang menggugah: The Deal of Century.
“Lukisan ini sekaligus doa agar imajinasi perdamaian tercipta,” ujar Denny.
Empat tokoh dunia tergambar dalam satu bingkai: Donald Trump, Benyamin Netanyahu, Ayatollah Ali Khamenei, dan Mahmoud Abbas. Namun kali ini, mereka tak berbaju formal khas barat—melainkan berbatik Nusantara.
Di latar belakang: burung merpati, langit damai, jet tempur yang diam, dan mikrofon perdamaian.
Dalam narasi visual tersebut, mereka menandatangani perjanjian dua negara—Israel dan Palestina—yang hidup berdampingan. Sebuah mimpi perdamaian digambarkan sebagai kenyataan. Dunia bernapas lega.
Namun lebih dari sekadar pesan damai, lukisan ini juga menjadi tonggak lahirnya genre baru dalam seni rupa Indonesia.
Jika dalam dunia sastra Denny dikenal sebagai pencetus puisi esai, maka dalam seni rupa, ia kini hadir dengan Imajinasi Nusantara—sebuah genre lukisan yang menyatukan:
-
Batik sebagai identitas visual lokal, dikenakan tokoh-tokoh internasional secara mencolok dan simbolis.
-
Tubuh manusia yang dilukis realistis, proporsional, dan ekspresif.
-
Latar surealis dan simbolik, yang menggabungkan langit imajinatif, burung, kabut harapan, hingga benda melayang sebagai metafora spiritualitas.
Berbeda dengan realisme murni atau surealisme total, Imajinasi Nusantara adalah hibrida khas Indonesia: tubuh realistis, latar imajinatif, dan akar budaya lokal.
“Ini adalah genre seni yang membawa pesan global dari akar lokal,” tegas Denny.
Sejak 2022, Denny JA telah menghasilkan lebih dari 600 lukisan bersama tim asisten dan teknologi AI.
Namun alih-alih dipajang di galeri elit, karyanya justru dipamerkan di hotel-hotel budget di Jakarta dan Jawa Barat.
Tujuannya satu: demokratisasi seni.
“Saya ingin seni hidup bersama masyarakat. Bukan hanya dinikmati kalangan terbatas,” ujarnya.
Kini, sebanyak 50 lukisan baru tengah disiapkan. Semua mengusung genre Imajinasi Nusantara. Semua menjadi bagian dari deklarasi: bahwa Indonesia juga bisa melahirkan genre lukisan yang mewarnai sejarah seni rupa dunia.
The Deal of Century bukan sekadar lukisan. Ia adalah doa visual yang mengajak dunia membayangkan ulang masa depan—lebih damai, lebih manusiawi.
Baca Juga: PIK 2 Beri BPJS Ketenagakerjaan ke 1.000 Nelayan Tanjung Pasir
Dan Imajinasi Nusantara adalah medium untuk mengantar doa itu melampaui batas negara, budaya, dan bahasa.
Mengutip Jalaluddin Rumi: “What you seek is seeking you.”
Jika dunia mencari perdamaian, maka Denny JA menjawabnya lewat seni. Melalui batik, melalui kanvas, dan melalui harapan yang tak henti dihidupkan oleh Imajinasi Nusantara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








