Trump Ancam Anggota BRICS Kena Tambahan Tarif Impor 10 Persen, Mensesneg: Harus Kita Hadapi

AKURAT.CO Indonesia siap menghadapi ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang akan menambah beban tarif impor atau bea masuk sebesar 10 persen kepada seluruh negara anggota BRICS.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa ancaman tersebut adalah konsekuensi bagi Indonesia yang sudah memutuskan untuk menjadi anggota penuh BRICS, per 1 Januari 2025.
"Kalau kaitannya dengan rencana pengenaan kembali tarif 10 persen bagi anggota BRICS, kami merasa itu bagian dari keputusan kita kalau kita bergabung dengan BRICS yang kemudian itu ada konsekuensi, mau tidak mau harus kita hadapi," ujar Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/7/2025).
Baca Juga: Indonesia Dorong Diplomasi Ekonomi Hadapi Tarif Impor AS
Selain tambahan tarif sebagai anggota BRICS, Indonesia juga sudah dikenakan tarif impor sebesar 32 persen oleh Trump. Sampai saat ini, Prasetyo menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia masih berupaya untuk bernegosiasi guna menurunkan beban tarif tersebut.
"Per hari ini dapat kami sampaikan adalah kita tetap melanjutkan upaya untuk bernegosiasi dengan pemerintah Amerika Serikat. Berdasarkan apa yang disampaikan Presiden Trump, di situ kan memberi tenggat waktu sampai 1 Agustus. Di jeda waktu ini, tadi malam kami berkoordinasi juga dengan Menko Ekonomi untuk kemudian melanjutkan kembali proses negosiasi," tuturnya.
Dia menjelaskan, ancaman penambahan tarif 10 persen ini tidak semerta-merta langsung menambah beban tarif impor kepada Indonesia menjadi 42 persen. Menurutnya, masih ada waktu untuk bernegosiasi dan memperkecil tarif tersebut.
"Belum (ditambah). Kan baru disampaikan begitu, skemanya kan begitu, nah ini kan masih ada waktu, masih ada jeda. Minta tolong saja kita, doakan tim yang sedang bernegosiasi supaya bisa menghasilkan yang terbaik lah untuk bangsa kita," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






