Sambut Generasi Emas 2045, DPR Pastikan Fasilitas Sekolah Rakyat Lengkap dan Layak

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, memastikan fasilitas yang disediakan untuk program Sekolah Rakyat, sudah sangat lengkap dan layak.
"Kami melihat langsung bagaimana persiapan Sekolah Rakyat di Sentra Pangudi Luhur ini. Fasilitasnya luar biasa, bahkan lebih lengkap dari sekolah umum. Ada iPad, komputer, laboratorium komputer, lapangan olahraga, hingga asrama. Ini patut diapresiasi," ujar Wachid, usai mengunjungi Sekolah Rakyat Sentra Pangudi Luhur Bekasi, dikutip Minggu (13/7/2025).
Kunjungan Komisi VIII ini dilakukan untuk memastikan kesiapan program unggulan pemerintah tersebut. Sekolah Rakyat dirancang sebagai solusi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, dengan target pemerataan akses pendidikan yang berkualitas.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Fokus Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan
Meski memuji sarana dan prasarana yang tersedia, dia juga menyoroti pentingnya kejelasan dalam proses seleksi penerimaan siswa. Dia mengingatkan, agar anak-anak dari keluarga miskin yang belum terjaring dalam skema penerimaan dapat tetap diakomodasi.
"Kalau ada anak yang tidak lolos seleksi padahal miskin, lalu bagaimana solusinya? Ini perlu dibahas," katanya.
Politisi Partai Gerindra itu menekankan, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya bergantung pada pendidikan anak, tetapi juga pada pemberdayaan orang tua.
"Perhatian jangan hanya pada anak, tapi juga bapak dan ibunya. Kemandirian orang tua juga penting agar program ini berdampak jangka panjang," ujar Wachid.
Dia menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata pelaksanaan amanat konstitusi, khususnya Pasal 34 UUD 1945 yang menyebutkan fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.
"Ini bentuk nyata pelaksanaan konstitusi oleh Pak Prabowo untuk menyiapkan generasi emas 2045," tambahnya.
DPR melalui Komisi VIII, telah mendorong penambahan anggaran untuk memperluas jangkauan program Sekolah Rakyat di tahun anggaran 2026. Targetnya, ada 100 lokasi Sekolah Rakyat yang aktif hingga akhir tahun ini.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Beroperasi Bertahap Mulai 14 Juli 2025
Namun, tantangan utama saat ini adalah ketersediaan lahan. Untuk itu, dia mengajak para kepala daerah ikut berkontribusi dalam penyediaan lokasi pembangunan.
"Pak Prabowo sudah mencanangkan bahwa setiap kabupaten/kota harus punya minimal satu Sekolah Rakyat. Tapi kendalanya sekarang ada di lokasi. Kami minta bupati, wali kota, dan gubernur ikut aktif menyiapkan lahan,"pungkasnya.
Sebelumnya, pemerintah menyatakan program Sekolah Rakyat siap mulai beroperasi secara bertahap mulai Senin, 14 Juli 2025. Sejumlah kesiapan teknis dan administratif sudah rampung, termasuk rekrutmen peserta didik dari keluarga prasejahtera.
"Sejauh ini sudah siap semua. Bahkan rekrutmen anak-anak Sekolah Desil 1 sudah masuk, sehingga sudah bisa mulai kegiatan belajar-mengajar," ujar Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, di Jakarta, Sabtu (13/7/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







