Trump Umumkan Kesepakatan Dagang dengan Prabowo, Terkait Tarif Impor?

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto berhasil membuat kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat (AS). Kesepakatan ini tercipta, setelah Prabowo dan Presiden AS Donald Trump saling bernegosiasi melalui sambungan telepon.
Kesepakatan ini pun diumumkan langsung oleh Trump, melalui akun media sosial Truth pribadinya, pada Selasa (15/7/2025) malam. Trump mengatakan bahwa detail dari hasil kesepakatan tersebut akan segera disampaikan kepada publik.
"Kesepakatan besar, untuk semua pihak, baru saja tercapai dengan Indonesia. Saya bernegosiasi langsung dengan Presiden mereka yang sangat dihormati. Rincian segera menyusul!!!" tulis Trump dalam unggahannya.
Baca Juga: Ancaman Tarif Trump Tekan Rupiah dan Industri Ekspor Indonesia
Terkait adanya pembicaraan antara Prabowo dan Trump melalui sambungan telepon ini pun turut dibenarkan oleh Sekretariat Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang tengah mendampingi kegiatan Prabowo.
Saat ini, Prabowo sedang dalam perjalanan menuju Tanah Air setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerjanya ke sejumlah negara sejak awal bulan, mulai dari Arab Saudi, Brasil, Belgia dan Prancis.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menjamin bahwa tidak akan ada tambahan tarif impor 10 persen yang dibebankan oleh Amerika Serikat (AS) kepada Indonesia.
Hal ini disampaikan Airlangga dalam rangka merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang sempat mengancam akan menambah beban tarif 10 persen kepada negara-negara anggota BRICS.
Saat ini, tarif impor yang dibebankan kepada Indonesia masih sebesar 32 persen, bukan 42 persen. Besaran tarif tersebut juga saat ini masih dalam proses negosiasi dengan pemerintah AS.
"Jadi pertama, tambahan (tarif 10 persen) itu tidak ada. Kedua, waktunya adalah kita sebut pos, jadi penundaan penerapan untuk menyelesaikan perundingan yang sudah ada," ucap Airlangga di Brussel, Belgia, Sabtu (12/7/2025).
Baca Juga: Ancaman Tarif Sekunder Trump: Dilema Energi Indonesia di Tengah Tekanan Global
Airlangga megatakan, dirinya juga telah melakukan pertemuan dengan U.S. Secretary of Commerce Howard Lutnick, dan United States Trade Representative (USTR) Jamieson Greer, di Washington DC, Rabu kemarin.
Dalam pertemuan itu, dia menilai adalah satu langkah positif dalam proses negosiasi tersebut. Saat ini, kedua belah pihak tengah menyempurnakan poin-poin dalam proposal negosiasi yang ditawarkan.
"Jadi kemarin dalam pertemuan di Amerika dengan Secretary Lutnick maupun Ambassador Greer dari USTR itu menyepakati bahwa apa yang diusulkan oleh Indonesia itu berproses lanjutan, jadi tiga minggu ini diharapkan finalisasi dari fine tuning dari proposal dan fine tuning dari apa yang sudah dipertukarkan," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





