Soal Keaslian Ijazah Jokowi: Mantan Rektor Cabut Pernyataan, UGM Tetap pada Keterangan Awal

AKURAT.CO Universitas Gadjah Mada (UGM) angkat bicara terkait pernyataan mantan Rektor UGM, Profesor Sofian Effendi, yang meragukan status Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), sebagai lulusan Fakultas Kehutanan.
Sekretaris UGM, Andi Sandi Antonius, dalam keterangan resmi UGM di laman ugm.ac.id disebutkan bahwa pernyataan Profesor Sofian berbeda dengan data dan bukti-bukti akademik yang dimiliki Fakultas Kehutanan.
Baca Juga: Polemik Ijazah Jokowi Selesai, Tak Perlu Diungkit Lagi
"Kami menyayangkan pihak-pihak yang telah menggiring beliau untuk menyampaikan opini yang keliru dan tidak berdasar. Pernyataan tersebut akan berdampak hukum dan menjadi risiko bagi Bapak Sofian Effendi secara pribadi," kata Andi dalam siaran persnya, Kamis (17/7/2025).
Terkait ijazah tersebut, pihak UGM tetap pada pernyataan yang mengakui bahwa Jokowi adalah alumnus Fakultas Kehutanan UGM.
Baca Juga: Bareskrim Tutup Kasus Ijazah Jokowi: 39 Saksi dan 60 Dokumen Jadi Bukti
Jokowi telah melaksanakan seluruh proses studi yang dimulai sejak tahun 1980 dengan Nomor Induk Mahasiswa 80/34416/KT/1681 dan lulus pada 5 November 1985.
Dalam hal ini, UGM menegaskan bahwa pihaknya tidak terkait dengan konflik kepentingan antara Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) dengan Jokowi.
Baca Juga: Ijazah Jokowi Gugur
Maka UGM sebagai institusi publik yang melaksanakan sistem pendidikan tinggi di Indonesia terikat dengan peraturan perundang-undangan mengenai perlindungan data pribadi dan keterbukaan informasi publik.
"Oleh sebab itu, UGM hanya bersedia menunjukkan data yang bersifat publik sedangkan data yang bersifat pribadi hanya akan diberikan jika diminta secara resmi oleh aparat penegak hukum," tegasnya.
Baca Juga: Ijazah Jokowi Dipertanyakan, Roy Suryo Minta UGM Bicara Jujur
Sebelumnya, Rektor UGM periode 2002-2007, Profesor Sofian Effendi menarik semua pernyataannya terkait ijazah S1 mantan Presiden Jokowi yang ada dalam video di Youtube.
Dalam video berjudul "Mantan Rektor UGM Buka-Bukaan! Prof Sofian Effendy Rektor 2002-2007! ljazah Jokowi & Kampus UGM!" yang diunggah 16 Juli 2025, Prof. Sofian menyebut bahwa Jokowi tidak pernah lulus Fakultas Kehutanan UGM karena IPK-nya kurang dari 2.
"Sehubungan dengan itu, saya menarik semua pernyataan saya di dalam video tersebut dan memohon agar wawancara dalam kanal Youtube tersebut ditarik dari peredaran," kata Prof. Sofian dalam keterangan tertulisnya.
Dalam pernyataannya, Sofian menegaskan bahwa keterangan Rektor UGM Prof. Dr. Ova Emilia tertanggal 11 Oktober 2022 memang sesuai dengan bukti-bukti yang tersedia di Universitas.
"Saya mohon maaf setulus-tulusnya kepada semua pihak yang saya sebutkan pada wawancara tersebut," kata Prof. Sofian.
Lewat surat pernyataannya tersebut, Prof. Sofian berharap agar wacana tentang ijazah tersebut dapat diakhiri.
Baca Juga: Hercules hingga Projo Pasang Badan: Ijazah Jokowi Sah, Fitnah Harus Diseret ke Jalur Hukum
Berikut pernyataan lengkap Prof. Sofian:
Pernyataan Sofian Effendi
Terkait dengan informasi yang tersebar dari live streaming di kanal YouTube Langkah Update dengan Judul "Mantan Rektor UGM Buka-Bukaan! Prof Sofian Effendy Rektor 2002-2007! ljazah Jokowi & Kampus UGM!" pada tanggal 16 Juli 2025 tentang ijazah atas nama Bapak Joko Widodo, saya menyatakan bahwa pernyataan Rektor UGM Prof. Dr. Ova Emilia tertanggal 11 Oktober 2022 memang sesuai dengan bukti-bukti yang tersedia di Universitas.
Sehubungan dengan itu, saya menarik semua pernyataan saya di dalam video tersebut dan memohon agar wawancara dalam kanal YouTube tersebut ditarik dari peredaran.
Saya mohon maaf setulus-tulusnya kepada semua pihak yang saya sebutkan pada wawancara tersebut.
Demikian pernyataan saya dan saya sangat berharap agar wacana tentang ijazah tersebut dapat diakhiri. Terima kasih.
Yogyakarta, 17 Juli 2025
Yang menyatakan,
Ttd
Prof. Dr. Sofian Effendi
Mantan Rektor UGM 2002-2007.
Baca Juga: Bukan Karena Faktor Orang Nomor 1 RI, Ini Alasan UGM Klarifikasi Ijazah Jokowi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









