Proyek IKN Terus Lanjut, Fokus Pembangunan Bandara Umum dan Perumahan 'Compact'

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, mengatakan Komisi II dan pimpinan DPR RI bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan IKN dengan anggaran yang telah disetujui.
"Kita komitmen untuk melanjutkan pembangunan itu, tentu dengan komitmen anggaran yang sudah disepakati bersama," kata Dede Yusuf di Kompleks Parlemen DPR/MPR RI, Kamis (24/7/2025).
Dalam rapat bersama, ada dua poin yang dibahas mengenai pembangunan IKN Nusantara. Salah satunya, mengubah status bandara dari VVIP menjadi umum.
Baca Juga: Bahlil Tegaskan Pembangunan IKN Jalan Terus, Tak Ada Penundaan!
"Jika VVIP hanya dipakai sebulan sekali. Sedangkan kalau bandara umum dapat dipakai oleh siapa saja. Jadi, saat ini kan kita bandara umum kan masih ke Balikpapan. Dan itu kan perjalanannya cukup lumayan jauh," ucapnya.
Dengan dibukanya bandara untuk umum, maka jarak runway akan menjadi 3 kilometer. Dengan demikian, bandara bisa menampung pesawat besar yang akhirnya bisa meningkatkan jumlah penumpang.
"Itu sudah sanggup untuk Boeing 777 yang bisa menampung berapa ratus penumpang. Jadi, saya pikir tadi kami sepakat itu untuk kita setujui sebagai bandara umum," jelasnya.
Selain itu, dia juga membahas terkait pembangunan perumahan seperti para pejabat negara, pimpinan DPR, serta pegawai PNS, TNI, dan Polri yang mencapai 44 ribu pembangunan rumah.
Baca Juga: PDIP: Pembangunan IKN Harus Sesuai UU, Jangan Korbankan Program Prioritas
"Nah tadi permintaan daripada Kepala IKN adalah me-reduce, mengurangi jumlah besaran perumahan tersebut, jadi berkurang kira-kira 20 persen lah. Misalnya tapaknya adalah 500 meter, nanti menjadi katakanlah 400 meter," tambah dia.
Sebab, saat ini rumah-rumah yang ada di berbagai negara menggunakan sistem compact, yakni jenis rumah yang dirancang dengan konsep terpadu dan memprioritaskan penggunaan ruang secara efisien. Rumah ini hanya memfokuskan pada ruang utama yang paling dibutuhkan, seperti ruang tidur, dapur, ruang tamu, dan kamar mandi.
"Karena saat ini di berbagai tempat di belahan-belahan dunia, itu sistemnya compact. Jadi bukan besar, tapi tidak compact, sekarang lebih compact. Nah, itu tadi juga kita setujui," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026





