Nusron Wahid Minta Maaf, Komisi II DPR: Ikut Arahan Presiden Prabowo, Menteri Jangan Bikin Gaduh!

AKURAT.CO Komisi II DPR mengingatkan pentingnya arahan Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran menteri, khususnya yang baru menjabat, agar tidak membuat gaduh ruang publik dan selalu berpihak pada kepentingan rakyat.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPR, Bahtra Banong, menanggapi permintaan maaf Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, usai pernyataannya soal tanah nganggur bisa disita negara, menuai polemik.
"Pak Prabowo selalu mengingatkan bahwa para menteri-menteri ini, karena memang masih baru, perlu penyesuaian. Terus yang diminta oleh Pak Prabowo, jangan membuat gaduh di publik dan jangan membuat kebijakan yang sifatnya tidak pro terhadap masyarakat," jelasnya kepada wartawan, Rabu (13/8/2025).
Baca Juga: Indrajaya Apresiasi Permintaan Maaf Nusron Wahid: Fokus Berantas Mafia Tanah
Menurut politisi Partai Gerindra itu, pernyataan kontroversial Nusron Wahid kemungkinan besar diucapkan karena terlalu bersemangat.
Salah satu yang menimbulkan polemik adalah penggunaan kata "mbahmu" dalam pembahasan soal tanah yang tidak terpakai.
Namun, Bahtra mengapresiasi langkah Nusron Wahid yang kemudian mengklarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf terbuka.
Baca Juga: Kebijakan Tanah Nganggur Diambil Negara Tuai Kecaman, Nusron Wahid Minta Maaf
"Niat baik beliau sangat bagus. Begitu melihat ada kekeliruan yang bisa berpolemik, beliau langsung meminta maaf ke publik," ujarnya.
Menurut Bahtra, sikap cepat tersebut sejalan dengan arahan Presiden untuk menjaga kondusivitas dan fokus pada kebijakan yang menguntungkan rakyat.
"Kami mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Pak Menteri, secara sadar bahwa beliau ada salah ucap. Terus kemudian langsung meminta maaf ke publik untuk mengakhiri polemik itu," jelasnya.
Baca Juga: Nusron Wahid Sudah Batalkan 192 Sertifikat dalam Kasus Pagar Laut Tangerang
Sebelumnya, Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menyampaikan permohonan maaf kepada publik terkait pernyataannya soal tanah menganggur yang viral dan menuai polemik.
Nusron Wahid mengakui ucapannya memicu kesalahpahaman dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
"Saya, Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia, kepada publik, kepada netizen atas pernyataan saya beberapa waktu yang lalu yang viral dan menimbulkan polemik di masyarakat serta memicu kesalahpahaman," katanya, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (12/8/2025).
Baca Juga: Nusron Wahid Pastikan Tak Ada Dokumen yang Hangus Akibat Kebakaran Gedung ATR/BPN
Nusron Wahid menjelaskan, Indonesia memiliki jutaan hektare tanah berstatus Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB) yang terlantar, tidak produktif dan belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Dia pun mengakui sebagian pernyataannya saat itu disampaikan dalam konteks bercanda.
"Memang ada bagian pernyataan yang saya sampaikan sebetulnya konteks guyon atau bercanda," ujar Nusron Wahid.
Baca Juga: Nusron Wahid Puji Muhammadiyah: Organisasi Islam dengan Pengelolaan Aset Terbaik
Namun setelah melihat kembali rekaman tersebut, Nusron Wahid menyadari candaannya tidak pantas disampaikan, apalagi oleh seorang pejabat publik.
"Kami menyadari dan mengakui pernyataan tersebut, candaan tersebut tidak tepat, tidak sepantasnya dan tidak selayaknya untuk kami sampaikan," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









