Rahasia Hujan di Musim Kemarau yang Perlu Anda Tahu

AKURAT.CO Banyak orang di Indonesia bertanya-tanya mengapa terkadang hujan di musim kemarau masih saja terjadi. Fenomena ini tidak hanya membingungkan, tetapi juga memengaruhi berbagai aktivitas, mulai dari pertanian hingga perjalanan. Sebenarnya, ada alasan ilmiah di balik fenomena cuaca yang tidak biasa ini.
BMKG menjelaskan beberapa faktor kunci yang menjadi penyebab masih turun hujan di musim kemarau.
Faktor Pemicu Hujan di Musim Kemarau Menurut BMKG
Dilansir dari laman web resmi BMKG ada beberapa fenomena atmosfer yang menjadi pemicu utama turunnya hujan di musim kemarau, terutama di wilayah Indonesia bagian barat.
- Madden Julian Oscillation (MJO): Fenomena pergerakan awan hujan dari Samudra Hindia di Timur Afrika menuju Samudra Pasifik, melintasi wilayah Indonesia. MJO menyebabkan peningkatan curah hujan di wilayah yang dilaluinya.
- Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial: Gelombang atmosfer ini juga berkontribusi dalam meningkatkan curah hujan. Dampaknya terasa di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.
- Suhu Permukaan Laut yang Hangat: Kondisi perairan di sekitar Indonesia yang hangat juga mendukung pembentukan awan hujan. Suhu permukaan laut yang tinggi meningkatkan penguapan, yang menjadi bahan bakar utama pembentukan awan hujan.
Baca Juga: BMKG Prediksi Musim Kemarau 2025 Lebih Pendek, Ini Penyebabnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







