Apa Itu Sesar Baribis? Patahan Terpanjang di Pulau Jawa yang Ancam Jakarta
Eko Krisyanto | 21 Agustus 2025, 19:04 WIB

AKURAT.CO Pulau Jawa dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerentanan gempa cukup tinggi. Salah satu penyebabnya adalah keberadaan patahan aktif bernama Sesar Baribis yang disebut juga sebagai patahan terpanjang di Pulau Jawa.
Membentang sejauh kurang lebih 100 kilometer, sesar ini melintas dari Purwakarta hingga Majalengka, melewati kawasan padat penduduk seperti Bekasi, Depok, dan bahkan Jakarta Selatan. Keberadaannya membuat ancaman gempa besar di ibu kota bukan sekadar wacana.
Sesar Baribis merupakan patahan aktif jenis sesar naik (thrust fault) yang terbentuk akibat pergeseran lempeng bumi.
Menurut BMKG, laju pergerakan sesar ini mencapai sekitar 5 milimeter per tahun dan telah terdeteksi melalui sejumlah rekaman seismograf.
Koordinator Mitigasi Gempa Bumi PVMBG Supartoyo mengatakan gempa yang terjadi di Bekasi baru-baru ini adalah akibat pelepasan energi yang sudah lama tertahan di jalur patahan tersebut.
Sesar ini membentang luas dari barat ke timur, dimulai di Purwakarta hingga perbukitan Baribis di Majalengka. Jalurnya melintasi berbagai wilayah padat penduduk seperti Subang, Karawang, Bekasi, Depok, dan Jakarta Selatan.
BMKG menyebut segmen di selatan Jakarta sebagai salah satu titik yang harus diwaspadai karena potensi energinya bisa terkunci cukup lama sebelum dilepaskan.
Gempa berkekuatan magnitudo 4,9 yang mengguncang Bekasi pada 20 Agustus 2025 menjadi bukti bahwa Sesar Baribis tidak bisa dipandang sebelah mata.
PVMBG menegaskan bahwa guncangan tersebut adalah bentuk relaksasi energi dari patahan yang telah lama “tertidur.” Setelah kejadian itu, serangkaian gempa susulan pun tercatat, meski dengan kekuatan lebih kecil.
Para peneliti dari BRIN dan Badan Geologi juga telah melakukan penelitian lebih dalam mengenai Sesar Baribis. Tujuannya adalah memetakan jalur patahan, mengukur potensi pergerakan, hingga menyusun mitigasi bencana di wilayah terdampak.
Dengan populasi jutaan jiwa di Jabodetabek, hasil penelitian ini menjadi sangat penting untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk di masa depan.
Sesar Baribis adalah pengingat bahwa potensi gempa besar selalu ada, bahkan di pusat pemerintahan dan ekonomi Indonesia.
Dengan riset mendalam, pemetaan jalur sesar dan kesadaran masyarakat dalam mitigasi bencana membuat ancaman ini bisa dihadapi dengan kesiapsiagaan, bukan kepanikan.
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







