Kasus Balita Cacingan Akut, Kementerian PPPA Dorong Masyarakat Lebih Empati ke Tetangga

AKURAT.CO Meninggalnya balita usia empat tahun di Sukabumi, Jawa Barat, karena cacingan akut, menjadi bukti bahwa kurangnya empati yang diberikan oleh sekitarnya.
Untuk itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mendorong untuk semua pihak dan stakeholder, agar dapat meningkatkan empati terhadap keadaan lingkungan sekitar.
"Ini satu kasus yang memilukan ya, memilukan dan tentu kami mengingatkan bahwa memberikan empati, mendorong semua ya, semua pihak. Tidak hanya pemerintah desa, tapi juga masyarakat dan keluarga untuk kembali membangun empati dan kepedulian," jelas Sekretaris Menteri PPPA, Titi Eko Rahayu, ditemui saat Peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia (World Humanitarian Day/WHD) 2025, di Jakarta, Jumat (22/8/2025).
Dia menjelaskan, KPPPA memiliki kampanye bersama lindungi anak yang artinya bersama melindungi semua anak-anak, baik itu anak-anak kamu, yang juga anak-anak kita semua.
"Kita terus mendorong empati dan kepedulian dari masyarakat. Kita harus punya kepedulian untuk terus bertanggung jawab atas pemenuhan hak anak termasuk hak anak mendapatkan kesehatan dan lingkungan yang baik," ujarnya.
Menurutnya, untuk meningkatkan rasa empati dapat terealisasi sampai ke daerah, pihkannya melalui program Ruang Bersama Indonesia dapat menyentuh sampai daerah sampai ke tingkat desa atau kelurahan.
Selain itu, melalui program prioritas presiden. Maka diyakini perbaikan dalam pemenuhan dan perlindungan atas hak anak dapat lebih baik kedepannya.
"Kita bisa bergerak bersama untuk memenuhi, melindungi hak anak, sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Apalagi sekarang kan banyak program Pak Presiden yang disasarkan kepada anak-anak tanpa kecuali untuk dia mendapatkan pemenuhan hak kesehatan, untuk dia bisa mendapatkan pendidikan yang baik," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









