Halau Konten DFK, PCO Apresiasi Media yang Punya Kanal Cek Fakta

AKURAT.CO Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) RI, Hasan Nasbi, mengapresiasi media yang sudah memiliki kanal cek fakta. Semakin banyak media yang memperkenalkan cek fakta, maka semakin mudah menghalau isu atau konten disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK) di masyarakat.
"Kita apresiasi media yang punya kanal cek fakta. Karena kalau satu atau dua pihak saja, tak cukup untuk menangkal konten DFK," kata Hasan di Kantor PCO, Jakarta, dikutip Rabu (27/8/2025).
Dia juga mendorong media arus utama yang belum memiliki konten cek fakta untuk menciptakannya. PCO ingin agar media massa juga sama-sama ikut menjernihkan informasi yang beredar di masyarakat.
Baca Juga: Jaga Demokrasi, Platform Wajib Moderasi Konten DFK
"Karena kalau tidak, masyarakat kita lama-lama akan terjerumus pada istilah KJR (knee-jerk reaction)," imbuhnya.
KJR adalah situasi ketika kecepatan informasi, sering ditangkap pemengaruh atau influencer tanpa berpikir panjang. Tanpa ada upaya mengolah data dari informasi tersebut.
Dia berharap, media arus utama bisa terhindar dari jebakan KJR ini. Tetap memverifikasi apa pun informasi yang beredar di media sosial maupun di masyarakat. Tentunya dengan membubuhkan judul yang tepat dan tanpa multitafsir.
"Kadang yang dimakan (pembaca) judulnya saja. Beritanya tidak dimakan. Kadang-kadang kan judul juga dipoles," jelasnya.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan SPHP Amankan Pasokan Beras, PCO: Ada yang Nakal, Pasti Dibereskan
Jika dibiarkan, dia khawatir masyarakat Indonesia akan terpuruk ke dalam perpecahan. Apalagi, jika konten yang mengandung DFK itu mengarah pada kebencian terhadap pemerintah.
"Sudah, langsung marah-marah saja. Misalnya waktu demo di Pati. Dibilang ada yang meninggal. Kita cek sana-sini, ternyata tidak ada," kata Hasan.
Kondisi serupa juga terjadi kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani. Suara Sri Mulyani dimanipulasi menggunakan akal imitasi (AI), yang seolah-olah mengatakan bahwa guru adalah beban negara.
"Untuk itu, kita bekerja sama dengan Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital) menghalau konten-konten DFK ini," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, mengajak insan media untuk bersama-sama menghalau konten DFK. Tujuannya, untuk melindungi generasi muda dari isu-isu yang memecah belah.
"Konten DFK ini merusak sendi-sendi demokrasi," kata Angga Raka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







