Akurat
Pemprov Sumsel

Penduduk Usia Produktif Nyaris 200 Juta, Dirjen Dukcapil Pede Indonesia Emas 2045 Dapat Diwujudkan

Ikhwan Fajar Ramadhan | 28 Agustus 2025, 18:57 WIB
Penduduk Usia Produktif Nyaris 200 Juta, Dirjen Dukcapil Pede Indonesia Emas 2045 Dapat Diwujudkan

AKURAT.CO, Lantaran jumlah penduduk berusia produktif nyaris mencapai 200 juta, Indonesia Emas 2045 dinilai bukan isapan jempol. Syaratnya, jumlah tersebut wajib dikelola dengan baik.

"Andai kata bonus demografi bisa dikelola dengan baik, Indonesia 2045 bisa diwujudkan," ujar Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) Teguh Setyabudi pada kegiatan Satu Data untuk Semua: Summit Data Kependudukan Semester I Tahun 2025 di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Ia mengungkapkan, penduduk Indonesia yang berusia produktif saat ini nayris 200 juta orang. Teguh menjelaskan, total penduduk Indonesia pada semester I 2025 mencapai 286,69 juta jiwa. Sekitar 69,51 persen dari angka itu merupakan penduduk berusia 15-64 tahun.

Baca Juga: Tak Perlu ke Kantor Dukcapil, Begini Cara Bikin KTP Digital Lewat HP

"Sering disampaikan bonus demografi, ternyata benar. Sekitar 199,3 juta penduduk Indonesia usia produktif," kata Teguh.

Di antara penduduk usia produktif, penduduk paling banyak berusia 40-44 tahun. Ada 14,9 juta orang penduduk yang berada di rentang usia ini.

Lebih jauh Teguh menyampaikan, penduduk Indonesia yang berada di bawah usia produktif berjumlah 64,3 juta jiwa. Kelompok berusia 0-14 tahun ini setara 22,44 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Baca Juga: Cara Mudah Cek NIK Online Tanpa ke Kantor Dukcapil

Sementara itu, jumlah penduduk di atas usia produktif mencapai 23.06 juta jiwa. Kelompok berusia 65 tahun atau lebih ini setara 8,05 persen total penduduk Indonesia.

Teguh juga mengungkap jumlah penduduk Indonesia mencapai 286,6 juta jiwa pada semester I 2025. Sebanyak 55,89 persen penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa. Lebih spesifik, penduduk terbanyak berada di Jawa Barat.

"Ternyata tiga provinsi dengan penduduk tertinggi Jawa Barat 51,7 juta jiwa, disusul Jawa Timur dengan 42 juta, Jawa Tengah 38,6 juta," kata Teguh.

Baca Juga: Tiga Bulan Menanti, Akta Kematian Tak Kunjung Terbit: Warga Bekasi Kritik Birokrasi Absurd Dukcapil Jawa Barat

Di tingkat kabupaten/kota, penduduk paling banyak tinggal di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jumlah penduduk di kabupaten ini sekitar 5,9 juta orang.

Lalu disusul Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang memiliki 3,9 juta penduduk. Posisi ketiga diduduki Kabupaten Tangerang, Banten dengan jumlah penduduk 3,5 juta orang. "Ternyata ada di wilayah Jawa semuanya," ucap Teguh.

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri merilis data kependudukan dua kali dalam setahun. Data semester I dirilis setelah Juli, sedangkan data tahunan dipublikasikan pada Desember.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.