Penduduk Usia Produktif Nyaris 200 Juta, Dirjen Dukcapil Pede Indonesia Emas 2045 Dapat Diwujudkan

AKURAT.CO, Lantaran jumlah penduduk berusia produktif nyaris mencapai 200 juta, Indonesia Emas 2045 dinilai bukan isapan jempol. Syaratnya, jumlah tersebut wajib dikelola dengan baik.
"Andai kata bonus demografi bisa dikelola dengan baik, Indonesia 2045 bisa diwujudkan," ujar Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) Teguh Setyabudi pada kegiatan Satu Data untuk Semua: Summit Data Kependudukan Semester I Tahun 2025 di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Ia mengungkapkan, penduduk Indonesia yang berusia produktif saat ini nayris 200 juta orang. Teguh menjelaskan, total penduduk Indonesia pada semester I 2025 mencapai 286,69 juta jiwa. Sekitar 69,51 persen dari angka itu merupakan penduduk berusia 15-64 tahun.
Baca Juga: Tak Perlu ke Kantor Dukcapil, Begini Cara Bikin KTP Digital Lewat HP
"Sering disampaikan bonus demografi, ternyata benar. Sekitar 199,3 juta penduduk Indonesia usia produktif," kata Teguh.
Di antara penduduk usia produktif, penduduk paling banyak berusia 40-44 tahun. Ada 14,9 juta orang penduduk yang berada di rentang usia ini.
Lebih jauh Teguh menyampaikan, penduduk Indonesia yang berada di bawah usia produktif berjumlah 64,3 juta jiwa. Kelompok berusia 0-14 tahun ini setara 22,44 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.
Baca Juga: Cara Mudah Cek NIK Online Tanpa ke Kantor Dukcapil
Sementara itu, jumlah penduduk di atas usia produktif mencapai 23.06 juta jiwa. Kelompok berusia 65 tahun atau lebih ini setara 8,05 persen total penduduk Indonesia.
Teguh juga mengungkap jumlah penduduk Indonesia mencapai 286,6 juta jiwa pada semester I 2025. Sebanyak 55,89 persen penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa. Lebih spesifik, penduduk terbanyak berada di Jawa Barat.
"Ternyata tiga provinsi dengan penduduk tertinggi Jawa Barat 51,7 juta jiwa, disusul Jawa Timur dengan 42 juta, Jawa Tengah 38,6 juta," kata Teguh.
Di tingkat kabupaten/kota, penduduk paling banyak tinggal di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jumlah penduduk di kabupaten ini sekitar 5,9 juta orang.
Lalu disusul Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang memiliki 3,9 juta penduduk. Posisi ketiga diduduki Kabupaten Tangerang, Banten dengan jumlah penduduk 3,5 juta orang. "Ternyata ada di wilayah Jawa semuanya," ucap Teguh.
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri merilis data kependudukan dua kali dalam setahun. Data semester I dirilis setelah Juli, sedangkan data tahunan dipublikasikan pada Desember.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








