Minta Aparat Menahan Diri, Aliansi Dosen Berbagai Universitas Suarakan Tuntutan

AKURAT.CO Aliansi Dosen dari berbagai universitas yakni Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Sebelas Maret dan Universitas Airlangga menyampaikan pernyataan sikap terkait perkembangan situasi nasional yang dinilai semakin memprihatinkan.
Dalam pernyataan resminya, mereka menilai kondisi saat ini merupakan puncak dari kemarahan dan kekecewaan masyarakat akibat:
1. Kebijakan pemerintah dan DPR yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.
2. Kepongahan wakil rakyat dalam merespons aspirasi publik.
3. Penetapan tunjangan pejabat negara yang berlebihan dalam UU APBN.
4. Korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan yang terstruktur, sistematis, dan masif.
5. Politisasi kasus hukum yang mencederai keadilan dan meruntuhkan kepercayaan publik pada lembaga negara.
Aliansi dosen juga menyampaikan duka cita atas korban jiwa dalam kerusuhan di Jakarta dan beberapa kota lain, serta mendukung masyarakat yang berani bersuara terkait “kefantastisan penghasilan anggota DPR” yang bersumber dari pajak rakyat.
Mereka menuntut langkah konkret untuk perbaikan, antara lain:
- Penegakan hukum yang tegas atas insiden kekerasan.
- Reformasi rekrutmen partai politik agar melahirkan wakil rakyat yang berkualitas.
- Perubahan kebijakan gaji dan tunjangan pejabat agar lebih rasional, misalnya gaji pokok dan tunjangan anggota parlemen dikenakan pajak, serta reformasi sistem pensiun.
- Peninjauan kembali kebijakan harga kebutuhan pokok demi meringankan beban hidup rakyat.
Aliansi dosen juga mengimbau agar aparat menahan diri dari kekerasan terhadap demonstran.
Pernyataan ini ditutup dengan harapan agar Pemerintah dan DPR kembali berpihak kepada rakyat, sesuai dengan sila ke-5 Pancasila, “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








