RUU BPIP Harus Jadi Pedoman Nyata, Bukan Sekadar Kelembagaan

AKURAT.CO Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Saadiah Uluputty, menegaskan bahwa pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU BPIP) jangan berhenti hanya pada persoalan kelembagaan.
Menurutnya, Pancasila harus benar-benar hadir sebagai pedoman nyata dalam setiap kebijakan negara agar rakyat merasakan keadilan sosial secara konkret.
“Data menunjukkan bahwa 1 persen penduduk menguasai 46,6 persen kekayaan nasional. Kondisi ini menuntut regulasi yang berpihak pada kelompok masyarakat lemah,” ujar Saadiah, Sabtu (20/9/2025).
Selain membahas RUU BPIP, rapat Baleg juga menetapkan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Jangka Menengah 2025–2029 serta Prolegnas Prioritas 2025–2026.
Saadiah menilai keputusan tersebut sangat strategis karena menjadi peta jalan pembentukan regulasi untuk menjawab tantangan bangsa, mulai dari demokrasi, pemberantasan korupsi, hingga pemerataan pembangunan daerah.
Baca Juga: F1 GP Azerbaijan: Max Verstappen Rebut Pole Dramatis, Carlos Sainz Mengejutkan Bersama Williams
Sebagai anggota Fraksi PKS, ia menyampaikan sejumlah catatan resmi dalam Prolegnas, antara lain:
-
percepatan pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga,
-
RUU Perampasan Aset Hasil Korupsi,
-
RUU Daerah Kepulauan,
-
usulan RUU Bank Makanan sebagai solusi ketahanan pangan berkeadilan, dan
-
RUU Transportasi Online untuk memberi kepastian hukum bagi pengemudi maupun penumpang.
Saadiah menekankan bahwa legislasi harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar memenuhi target administrasi.
Karena itu, partisipasi publik yang bermakna sangat penting agar setiap undang-undang memiliki legitimasi sosial dan substansi yang kuat.
“Dari ruang rapat di Senayan hingga pelosok desa, cita-cita yang sama harus diwujudkan: Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat di atas dasar Pancasila,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








