Akurat
Pemprov Sumsel

Di Sidang Umum PBB, Prabowo Diminta Suarakan Penghentian Genosida di Palestina

Atikah Umiyani | 21 September 2025, 22:57 WIB
Di Sidang Umum PBB, Prabowo Diminta Suarakan Penghentian Genosida di Palestina

AKURAT.CO Free Palestine Network (FPN) mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk menyuarakan penghentian genosida di Palestina, saat menyampaikan pidato di sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 23 September 2025. 

Sekretaris Jenderal FPN, Furqan AMC, menjelaskan bahwa hasil riset akademis Professor Richard Hil dan Dr. Gideon Polya, korban tewas di Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 680 ribu orang dan 380 ribu di antaranya adalah anak di bawah lima tahun. 

Menurutnya, kepeloporan Indonesia sangat dibutuhkan untuk menghentikan genosida di Palestina, mengingat negara-negara Arab di kawasan tidak bisa diandalkan. Apalagi, menumpukan harapan pada Amerika dan sekutu-sekutunya. 

Baca Juga: Mengulang Sejarah, Pidato Prabowo di PBB Harus Bawa Pesan Solidaritas Dunia

"FPN menyerukan kepada Bapak Prabowo untuk memimpin dunia menghentikan genosida di Palestina," ucap Furqan melalui keterangannya, Minggu (21/9/2025). 

Untuk keenam kalinya, AS telah menghentikan upaya gencatan senjata permanen dengan memveto resolusi gencatan senjata di sidang Dewan Keamanan PBB, 19 September 2025.

"Sesungguhnya Indonesia punya modal sejarah sebagai pelopor dan inspirator dunia ketika 40 negara lebih merdeka dari kolonialisme setelah terinspirasi Konferensi Asia Afrika tahun 1955 di Bandung," jelas Furqan.

"Bahkan Indonesia pernah menyelamatkan dunia dari ancaman perang dunia ketiga ketika Indonesia mendirikan dan memimpin Gerakan Non Blok (GNB) pada masa perang dingin," tambahnya.

Dia menjelaskan, sebenarnya Presiden Prabowo dalam banyak kesempatan sudah berulangkali menyerukan persatuan negara-negara muslim dan negara-negara Selatan, menghadapi kolonialisme/imperialisme dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Baca Juga: Kehadiran Prabowo di Sidang Umum PBB Tandai Kembalinya RI ke Panggung Utama Dunia

Sikap tegas tersebut ditunjukkan Prabowo, mulai dari awal pelantikan sebagai Presiden 20 Oktober 2024. Juga ketika pidato di KTT D8 Mesir, di Parlemen Turki, Anatalya Diplomacy Forum, Parlemen OKI, dan di berbagai pertemuan bilateral dengan berbagai kepala negara.

Terakhir, pada BRICS Leaders Virtual Meeting, Prabowo menyindir double bahkan triple standar imperialisme yang setiap hari mengabaikan hukum internasional.

"Karena itu momen pidato Presiden Prabowo di sidang umum PBB tanggal 23 September nanti sangat strategis untuk menunaikan tugas konstitusi menghapuskan penjajahan di muka bumi dan melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," pungkas Furqan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.