Pertina Protes KOI Akui Organisasi Tinju Baru, Desak Menpora Erick Thohir Turun Tangan

AKURAT.CO Dunia tinju amatir Indonesia tengah diguncang konflik organisasi. Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) yang berdiri sejak 1959 merasa disingkirkan setelah Komite Olimpiade Indonesia (KOI) merekomendasikan organisasi tinju baru yang tidak diakui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Wakil Ketua Umum PP Pertina, Ivanhoe Semen mengungkap polemik ini bermula dari keputusan KOI yang tiba-tiba melarang Pertina dengan alasan tidak berafiliasi dengan badan tinju dunia, Lo WB. "Keputusan ini janggal, karena dilakukan tanpa pemberitahuan atau peringatan yang memadai," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Hal senada disampaikan Sri Syahril. “Ini seperti membalikkan telapak tangan. Pelarangan ini terlalu mudah dan tanpa alasan yang kuat. Kami menduga ada kepentingan dan ambisi pribadi di balik semua ini," imbuhnya.
Pertina menuding ada dugaan konspirasi di balik lahirnya organisasi baru yang disebut-sebut didirikan oleh mantan kader mereka. Sosok ini dijuluki sebagai “anak kandung Pertina yang durhaka” karena dianggap mengkhianati organisasi demi jabatan strategis, termasuk posisi Sekjen.
Ivanhoe menilai kondisi ini berbahaya. “Pesan Presiden (Prabowo Subianto) terabaikan, olahraga jadi alat pemecah belah," sebutnya.
Ia menegaskan perjuangan para atlet dan pelatih bisa sia-sia jika hasil binaan mereka diklaim oleh pihak lain. Bahkan, kasus ini dibandingkan dengan larangan FIFA terhadap PSSI pada 2015, meski dinilai berbeda karena bukan intervensi pemerintah, melainkan dugaan kesewenang-wenangan oknum.
Pertina bersama para loyalisnya menyerukan perlawanan. “Kita tidak mau sejarah panjang Pertina hilang dan ditenggelamkan oleh para pembegal,” kata Ivanhoe.
Dalam situasi ini, Pertina mengapresiasi langkah Menpora Erick Thohir mencabut Permenpora Nomor 14/2025, namun mendesak intervensi lebih lanjut.
"Saya yakin Menpora yang baru Bapak Erick Thohir akan dengan bijak melihat persoalan ini dan segera mengambil keputusan yang tegas terhadap pembelahan yang terjadi. Jangan sampai wajah olahraga tinju tanah air rusak oleh perbuatan oknum-oknum tertentu,” tutup Ivanhoe.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









