Akurat
Pemprov Sumsel

Profil Lengkap Diana Valencia: Jurnalis CNN Indonesia dan Kronologi Pencabutan ID Pers Istana

Kosim Rahman | 29 September 2025, 11:28 WIB
Profil Lengkap Diana Valencia: Jurnalis CNN Indonesia dan Kronologi Pencabutan ID Pers Istana

AKURAT.CO Profil Jurnalis CNN Indonesia Diana Valencia dan kronologi pencabutan ID Istana sedang ramai diperbincangkan publik.

Sosok pembawa berita CNN Indonesia ini menjadi sorotan setelah akses liputannya di Istana Kepresidenan RI dicabut pada akhir September 2025.

Profil Diana Valencia

Diana Valencia adalah jurnalis sekaligus news anchor di CNN Indonesia TV.

Ia dikenal meliput isu-isu politik nasional dan pernah bertugas di berbagai media arus utama Indonesia.

Di luar pekerjaan, Diana senang membaca buku, menikmati kopi di kafe, dan bercita-cita menjadi videografer profesional dengan selera visual tinggi.

Baca Juga: Mensesneg Siap Cari Jalan Keluar Terbaik Kasus Pencabutan Kartu Liputan Istana Milik Jurnalis CNN Indonesia

Karier Diana Valencia

Berdasarkan data profesionalnya, berikut riwayat karier Diana Valencia:

  • CNN Indonesia (2021–sekarang): News anchor sekaligus reporter politik.
  • Kompas TV (2019–2021): News reporter yang meliput isu nasional dan politik.
  • Harian Kompas (Agustus–Oktober 2019): Intern journalist.
  • CNN Indonesia (Agustus–Desember 2018): Intern journalist.
  • Kompas Gramedia (April–Juli 2017): Social media intern.

Jejak karier tersebut menunjukkan Diana telah membangun pengalaman jurnalistik sejak awal kuliah hingga kini menjadi salah satu reporter politik di CNN Indonesia.

Kronologi Pencabutan ID Istana

ID pers khusus Istana Kepresidenan milik jurnalis CNN Indonesia TV, Diana Valencia, dicabut setelah ia melontarkan pertanyaan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Kartu ini merupakan identitas resmi yang memberi akses wartawan meliput di lingkungan Istana Kepresidenan.

Baca Juga: Demi Jaga Marwah Presiden Prabowo, Biro Pers Istana Harus Pulihkan Kartu Pers CNN Indonesia

Peristiwa ini bermula saat Presiden Prabowo tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma pada Sabtu (27/9/2025) setelah melakukan kunjungan ke empat negara.

Awak media pemegang ID Istana hadir untuk meliput agenda tersebut, termasuk Diana Valencia.

Tak lama setelah agenda berlangsung, beredar kabar bahwa kartu pers Istana milik Diana dicabut.

Pemimpin Redaksi CNN Indonesia, Titin Rosmasari, menyampaikan bahwa pencabutan tersebut terjadi pada Sabtu sore.

“Tepatnya pukul 18.15 WIB, seorang petugas BPMI (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden) mengambil ID pers Diana di kantor CNN Indonesia,” kata Titin dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (28/9/2025).

Titin mengaku CNN Indonesia terkejut atas pencabutan tersebut dan mempertanyakan alasannya.

Ia menegaskan pertanyaan Diana soal isu keracunan MBG relevan dengan kepentingan publik.

“CNN Indonesia tentu terkejut dan mempertanyakan dasar atau alasan pencabutan ID Pers tersebut,” kata Titin.

“Pertanyaan jurnalis CNN Indonesia Diana Valencia ke Presiden Prabowo adalah kontekstual dan sangat penting yang menjadi perhatian publik Indonesia belakangan ini, yaitu isu MBG,” ujar Titin lebih lanjut.

CNN Indonesia kemudian mengirim surat resmi ke BPMI dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk meminta klarifikasi dan dijadwalkan bertemu pada Senin (29/9/2025) pagi.

Baca Juga: AJI: Pencabutan ID Jurnalis CNN oleh Biro Pers Istana Langgar UU Pers

Respons Pemerintah dan Organisasi Jurnalis

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan Presiden Prabowo tidak terlibat dalam keputusan pencabutan ID Istana tersebut.

Menurutnya, kasus ini menjadi tanggung jawab BPMI dan pemerintah berupaya mencari jalan keluar terbaik.

“Jadi besok kami sudah menyampaikan kepada Biro Pers untuk coba dikomunikasikan agar ada jalan keluar terbaik. Kita bangun komunikasi bersama lah,” jelasnya.

Sementara itu, AJI Jakarta, LBH Pers, Forum Pemred, dan IJTI mengecam pencabutan ID Istana Diana Valencia.

“Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mengecam keputusan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden mencabut kartu identitas liputan (ID pers) Istana jurnalis CNN Indonesia berinisial DV," kata Ketua AJI Jakarta, Irsyan Hasyim, dan Direktur LBH Pers, Mustafa Layong, dalam siaran persnya, Minggu.

AJI dan LBH Pers menyatakan bahwa Diana Valencia sedang melaksanakan tugas jurnalistiknya ketika mengajukan pertanyaan tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo.

Karena itu, tindakan yang dilakukan Diana dinilai selaras dengan prinsip kerja pers sebagaimana tercantum dalam Pasal 6 Undang-Undang Pers.

Kedua lembaga tersebut juga mendesak Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden untuk menyampaikan permintaan maaf kepada jurnalis CNN Indonesia TV tersebut.

Selain itu, AJI mengingatkan bahwa pihak mana pun yang menghambat kerja wartawan dapat dikenai sanksi hukum, termasuk ancaman pidana penjara hingga dua tahun serta denda maksimal Rp500 juta, sesuai ketentuan Pasal 18 Undang-Undang Pers.

Baca Juga: PWI Pusat Prihatin Soal Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia

AJI bahkan mengingatkan ancaman pidana bagi pihak yang sengaja menghalangi kerja jurnalistik sebagaimana diatur Pasal 18 UU Pers.

“Kasus semacam ini bukan hanya serangan terhadap individu, tapi juga serangan terhadap hak publik untuk mendapatkan informasi. Negara tidak boleh membiarkan peristiwa seperti ini berulang,” kata mereka.

Itulah informasi mengenai profil Diana Valencia dan kronolgi pencabutan ID Pers di Istana.

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.