Akurat
Pemprov Sumsel

Steve Forbes: Dunia Butuh Pemimpin Kuat, Tegas dan Visioner seperti Prabowo

Atikah Umiyani | 16 Oktober 2025, 11:14 WIB
Steve Forbes: Dunia Butuh Pemimpin Kuat, Tegas dan Visioner  seperti Prabowo



AKURAT.CO Chairman and Editor-in-Chief Forbes Media, Steve Forbes, berbincang dengan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Forbes Global CEO Conference 2025 di St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Dialog tersebut membahas perjalanan hidup Presiden Prabowo, kebijakan ekonomi dan upaya Indonesia mendorong perdamaian dunia.

Menutup percakapan, Steve juga menyampaikan pandangannya tentang kepemimpinan Presiden Prabowo dan menyorot perannya untuk perdamaian di Gaza.

Baca Juga: MBG Ciptakan 1,5 Juta Lapangan Kerja Baru, Prabowo Optimistis Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Ia menyorot pidato Presiden Prabowo di PBB yang dinilai sangat berani. Yang menegaskan bahwa Israel harus mengakui Palestina dan sebaliknya.

"Beberapa orang mengkritik Anda karena hal itu tetapi hal itu justru menunjukkan jenis kepemimpinan tegas dan visioner yang dibutuhkan dunia saat ini," kata Steve.

"Apakah itu tentang menyediakan es bagi para nelayan atau berupaya membawa perdamaian di wilayah yang bergejolak, Indonesia memiliki seorang pemimpin yang sangat kuat. Saya bersyukur untuk itu," ujarnya menyambung.

Baca Juga: Prabowo: Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi untuk Masa Depan Bangsa

Sementara, dalam dialog tersebut, Presiden Prabowo sempat menyorot keberhasilan program Kampung Nelayan.

"Banyak desa nelayan tidak punya dermaga, tidak punya es. Jadi kami bangun dermaga, kami bantu dengan fasilitas produksi es kecil. Setelah satu setengah sampai dua tahun, pendapatan mereka naik seratus persen. Saya sendiri terkejut," jelasnya.

Dia juga menjelaskan asal mula program Makan Bergizi Gratis dan pengalaman melihat langsung anak-anak di desa yang mengalami kekurangan gizi.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Pemikiran Sumitro Djojohadikusumo: Sosialis yang Seimbangkan Nilai Kapitalisme

"Setiap kali saya datang ke desa, saya melihat anak-anak kecil menyambut saya. Mereka berdiri, melambai, dan saya ajak bicara. Saya tanya umur mereka, dan sering kali saya terkejut. Anak laki-laki yang saya kira baru berusia empat tahun ternyata sepuluh tahun. Anak perempuan yang saya kira lima tahun ternyata sebelas tahun. Saya melihat langsung stunting, kekurangan gizi, dan kemiskinan dengan mata kepala sendiri," papar Presiden Prabowo.

"Sulit bagi orang-orang di kalangan elite untuk memahami bahwa ada anak-anak yang hanya makan nasi dengan garam," tambahnya.

Presiden Prabowo menyebut program MBG kini telah berjalan secara luas dengan 11.900 dapur yang memberi makan 35,4 juta anak dan ibu hamil setiap hari. Jumlah itu setara dengan tujuh Singapura.

Baca Juga: MPR: Kehadiran Prabowo Bukti Pengakuan Dunia terhadap Peran Indonesia untuk Perdamaian Palestina

Meski demikian, ia mengakui kendala yang terjadi pada pelaksanaan program itu yaitu kasus keracunan makanan.

"Bahkan satu kasus pun tidak bisa diterima. Kami bertekad membuatnya sedekat mungkin dengan nol kesalahan," kata Presiden Prabowo.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK