Koperasi Desa Jadi Lembaga Distribusi Pangan, Presiden Prabowo: Tak Ada Lagi Cerita Hasil Panen Busuk

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk memperkuat peran koperasi sebagai ujung tombak distribusi dan pemasaran hasil produksi rakyat, khususnya sektor pertanian dan perikanan.
Dalam dialog bersama Steve Forbes, Presiden Prabowo memaparkan arah kebijakan ekonomi Kabinet Merah Putih. Salah satunya menjadikan koperasi desa sebagai pusat distribusi hasil panen.
Presiden Prabowo menekankan bahwa koperasi tidak hanya sebagai wadah simpan pinjam tetapi harus berfungsi sebagai lembaga distribusi pangan dan kebutuhan dasar masyarakat.
Baca Juga: Steve Forbes: Dunia Butuh Pemimpin Kuat, Tegas dan Visioner seperti Prabowo
Menurutnya, koperasi akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern yang menunjang kebutuhan ekonomi desa.
"Saya optimistis kami akan mendapat tambahan pasokan protein segar dari desa nelayan. Kami kirim ke koperasi karena kami juga membangun, sudah ada 81 ribu koperasi desa. Masing-masing punya gudang, cold storage, mini supermarket, apotek desa, klinik dan lain-lain," jelas Presiden Prabowo, dalam acara Forbes Global CEO Conference 2025, di Jakarta, Rabu (15/10/2025) malam.
Presiden Prabowo menambahkan, setiap koperasi akan diperkuat dengan armada transportasi sendiri untuk memastikan hasil produksi petani dan nelayan bisa langsung terserap pasar.
Baca Juga: MBG Ciptakan 1,5 Juta Lapangan Kerja Baru, Prabowo Optimistis Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
"Tiap koperasi diberi pembiayaan dua truk. Semua hasil dikirim ke pasar. Tak ada lagi cerita panen busuk tak terserap. Saya pikir ini masa yang menarik bagi Indonesia. Saya senang melihat mimpi/konsep ini menjadi kenyataan saat kita duduk di sini," katanya.
Selain memperkuat koperasi, Presiden Prabowo juga menyinggung langkah pemerintahannya dalam membantu para petani dan pelaku UMKM yang selama puluhan tahun terjerat utang di bank.
Ia mengingat kembali keluhan para petani yang tidak bisa mengakses pinjaman karena masih terbebani utang yang lama.
Baca Juga: Prabowo: Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi untuk Masa Depan Bangsa
"Saat kampanye, banyak perwakilan petani/UMK datang 'Pak kami tak bisa dapat pinjaman baru karena utang 25 tahun lalu masih tercatat.' Saya panggil beberapa bankir, kami diskusikan dan saya paham bahwa setelah 25 tahun, sebagian besar sudah write off di pembukuan bank. Tentu ada bankir konservatif yang berkata 'Tidak bisa pak, nanti jadi contoh buruk'," Presiden Prabowo menceritakan.
Namun, menurutnya, harus ada keberanian untuk mengambil langkah realistis. Langkah penghapusan utang ini bukan sekadar keringanan tetapi bagian dari strategi menyeluruh untuk menghidupkan kembali roda ekonomi rakyat kecil.
Dengan penghapusan utang, petani dan pelaku UMKM diharapkan dapat kembali mendapatkan akses permodalan baru, memperluas usaha dan meningkatkan kesejahteraan.
Baca Juga: Setahun Pemerintahan Prabowo: Konsolidasi Politik dan Komitmen Membangun Kemandirian Nasional
"Saya bilang, orang-orang ini 25 tahun tak bisa bayar karena cuaca buruk, bencana alam dan sebagainya. Tidak mungkin mereka melunasi. Harus realistis ada yang namanya penghapusan. Kami hapuskan utang," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








