Apa Itu Cost Overrun pada Proyek Kereta Cepat di Indonesia? Ini Arti dan Dampaknya terhadap Biaya Negara

AKURAT.CO Apa itu cost overrun dan kenapa istilah ini ramai dibicarakan dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung?
Cost overrun adalah kondisi ketika biaya proyek membengkak melebihi anggaran awal yang telah disepakati.
Fenomena ini menjadi sorotan publik karena proyek strategis nasional seperti kereta cepat mengalami lonjakan biaya yang signifikan dibandingkan rencana awalnya.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut penjelasan mengenai cost overrun pada proyek kereta cepat di Indonesia.
Pengertian Cost Overrun
Baca Juga: Cek Fakta: Hoaks Klaim Jokowi Jadikan Natuna Utara Jaminan Utang Kereta Cepat Whoosh
Secara sederhana, cost overrun adalah kondisi ketika biaya yang digunakan dalam pembangunan atau pelaksanaan suatu proyek melebihi anggaran yang telah disepakati sebelumnya.
Proyek infrastruktur besar seperti kereta cepat sering menemukan penyebab cost overrun dari dua kelompok utama: faktor internal (misalnya kesalahan perencanaan, perubahan desain) dan faktor eksternal (seperti pembebasan lahan, kebijakan, atau kondisi ekonomi) yang sulit diprediksi.
Cost Overrun pada Proyek Kereta Cepat di Indonesia
Pada proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung, laporan menyebut adanya pembengkakan biaya yang disepakati mencapai US$ 1,2 miliar (atau sekitar Rp 18 triliun) sebagai cost overrun.
Misalnya, menurut laporan dari PwC Indonesia, total pembengkakan biaya proyek tersebut akhirnya dinegosiasikan hingga US$ 1,2 miliar tambahan setelah biaya awal.
Dari sisi sumber dana, pinjaman tambahan dan utang luar negeri menjadi salah satu jalan untuk menutup gap anggaran.
Baca Juga: Proyek Kereta Cepat Belum Menjawab Kepentingan Publik, Kok Bisa?
Penyebab Utama Pembengkakan Biaya
Beberapa faktor yang paling sering muncul dalam kasus cost overrun pada kereta cepat Indonesia antara lain:
- Perbedaan signifikan antara biaya konstruksi di China dan Indonesia (termasuk pembebasan lahan, persinyalan, dan teknologi).
- Keterlambatan pelaksanaan dan perubahan desain yang menyebabkan durasi proyek membengkak.
- Kenaikan biaya bahan, perubahan regulasi, dan nilai tukar yang mempengaruhi pembiayaan dalam valuta asing.
- Skema pembiayaan yang tinggi utang luar negeri dan beban bunga yang besar, sehingga rentan terhadap pembengkakan saat ada risiko.
Dampak Cost Overrun terhadap Proyek dan Publik
Cost overrun dalam proyek kereta cepat bukan hanya soal angka yang bertambah—ada beberapa konsekuensi yang lebih luas:
Baca Juga: Proyek Kereta Cepat Masih Rugi, Risiko Fiskal Mengintai Negara
- Beban utang yang semakin besar bagi perusahaan pelaksana maupun negara. Dalam kasus KCJB, beban utang tercatat mencapai ratusan triliun rupiah.
- Risiko penundaan dan pengurangan manfaat bagi masyarakat jika anggaran yang membengkak tidak diiringi peningkatan operasional dan efisiensi.
- Potensi membuat proyek strategis nasional menjadi kurang optimal jika biaya melebihi manfaat yang diterima masyarakat.
Itulah penjelasan singkat mengenai apa itu cost overrun pada proyek kereta cepat di Indonesia, dengan fokus pada proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung sebagai contoh nyata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










