Marak Penculikan Anak, DPR Desak Polisi Lebih Cepat Tanggap dan Terukur

AKURAT.CO DPR RI menyoroti merebaknya kasus penculikan anak di berbagai wilayah dalam beberapa bulan terakhir. Aparat penegak hukum diminta meningkatkan kecepatan dan kepekaan, dalam menangani laporan maupun temuan kasus yang melibatkan anak.
"Terkait soal maraknya penculikan seperti yang terjadi belakangan ini, tentu kita sangat berharap dan meminta kepolisian untuk cepat tanggap, untuk bisa lebih gesit lagi nanti dalam menangani berbagai kasus-kasus kejahatan terutama terkait dengan soal penculikan terhadap anak-anak," kata Wakil Ketua DPR, Saan Mustopa, dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Menurut Saan, perlindungan terhadap anak tidak boleh hanya menjadi isu moral, melainkan harus menjadi prioritas negara melalui sistem yang mampu mendeteksi dini, merespons cepat, dan memastikan hukuman maksimal bagi pelaku.
Baca Juga: 50 Anak Sekolah Katolik di Nigeria Berhasil KAbur dari Penculikan, Ratusan Lainnya Masih Dicari
Karena itu, DPR memastikan akan bergerak melalui fungsi pengawasan untuk memastikan penanganan aparat berjalan optimal.
"Jadi kita nanti akan meminta juga Komisi III untuk mendorong itu dan juga KPAI untuk bisa berkolaborasi dengan kepolisian untuk bisa menangani terkait dengan berbagai kasus penculikan terhadap anak-anak," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus penculikan anak yang terjadi belakangan ini.
Baca Juga: Cegah Penculikan, Pramono Minta Pendampingan Anak oleh Orang Tua Diperketat
Situasi tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak bahwa pengawasan, kewaspadaan, dan sistem perlindungan anak harus diperkuat di semua level. Kekerasan dan berbagai bentuk perlakuan salah terhadap anak, termasuk penculikan adalah pelanggaran berat terhadap hak anak.
"Ketika seorang anak menjadi korban penculikan, artinya masih terdapat celah dalam pengawasan dan perlindungan kita. Negara, keluarga, lingkungan sekitar, dan masyarakat harus hadir memastikan anak-anak terlindungi, baik di rumah, di sekolah, maupun di ruang publik," ujar Arifah dalam keterangannya, Minggu (16/11/2025).
Menurutnya, peningkatan kerentanan anak terhadap penculikan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti lemahnya pengawasan, kedekatan pelaku dengan keluarga, pemanfaatan media sosial untuk memantau aktivitas anak, serta rendahnya kewaspadaan lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







