Akurat
Pemprov Sumsel

Korlantas Prediksi 2,9 Juta Kendaraan Keluar Jabodetabek Saat Nataru, One Way Siap Diterapkan

Paskalis Rubedanto | 27 November 2025, 14:58 WIB
Korlantas Prediksi 2,9 Juta Kendaraan Keluar Jabodetabek Saat Nataru, One Way Siap Diterapkan

AKURAT.CO Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, memaparkan proyeksi pergerakan kendaraan pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR. 

Menurutnya, sekitar 2.915.318 kendaraan diperkirakan keluar Jabodetabek selama periode puncak arus mudik dan balik.

"Kami laporkan proyeksi volume lalin keluar Nataru. Proyeksinya 2.915.318 kendaraan. Kalau prediksi Nataru hanya ada peningkatan 12,2 persen (255.669 kendaraan) terhadap normal. Naik 0,9 persen (26.328 kendaraan) terhadap 2024," jelas Agus di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Baca Juga: Tanggal Resmi Libur Nataru 2026: Jadwal Cuti Bersama Natal dan Tahun Baru

Menurutnya, meskipun terjadi peningkatan, kondisi arus masih dapat dikendalikan.

Korlantas menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas, termasuk contra flow dan one way, yang akan diputuskan berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

"Prediksi boleh tapi kondisi pada saat itu yang menentukan. Kalau harus dilakukan one way, kami lakukan one way karena kami stand by di Command Center KM 29," kata Agus.

Selain jalur tol utama, potensi penerapan rekayasa lalu lintas juga diperkirakan terjadi di sejumlah titik rawan seperti Gadog (Bogor), jalur menuju Batu-Malang (Jawa Timur) hingga kawasan wisata Canggu di Bali.

Baca Juga: Pemda Diminta Siaga Jelang Nataru: Harga Bawang, Cabai, Telur Diprediksi Naik

Agus merinci proyeksi pergerakan kendaraan berdasarkan arah tujuan:

1. Cikupa-Merak: 888.000 kendaraan.

2. Trans Jawa: 960.000 kendaraan.

3. Arah Bandung: 672.000 kendaraan.

4. Cikupa-Cikampek: 1,363 juta kendaraan.

5. Termasuk arus menuju Ciawi sebagai akses utama Puncak.

"Traffic accounting ini sangat menentukan kondisi arus lalu lintas di jalan tol, termasuk beban di arteri. Ketika nanti kita lakukan one way, antara tol dan arteri harus seimbang sehingga cara bertindaknya harus ada perhitungan dengan parameternya," jelas Agus.

Baca Juga: Jelang Nataru, Gubernur Pramono Kerahkan Satgas Jaga Jakarta

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.