Akurat Logo

Kader Muda NU Minta Hentikan Manuver Politik Internal PBNU, Serukan Tunduk pada AD/ART

Fajar Rizky Ramadhan | 5 Desember 2025, 17:29 WIB
Kader Muda NU Minta Hentikan Manuver Politik Internal PBNU, Serukan Tunduk pada AD/ART

AKURAT.CO Jaringan Kader Muda Nahdlatul Ulama (NU) dari seluruh Indonesia menyerukan agar PBNU menghentikan manuver politik internal dan kembali mengikuti mekanisme AD/ART, menyusul munculnya isu rencana rapat pleno untuk menunjuk Penjabat (Pj) Ketua Umum.

Seruan itu diputuskan dalam konsolidasi kader muda NU yang berlangsung di Jakarta pada Kamis–Jumat (4–5/12/2025), dihadiri perwakilan dari seluruh provinsi.

Juru Bicara Jaringan Kader Muda NU, Purwaji, menilai langkah pihak tertentu yang mendorong pleno penunjukan Pj Ketua Umum justru bertentangan dengan upaya para kiai sepuh yang tengah mendorong proses islah.

“Jika benar ada rencana pleno penunjukan Pj, itu adalah bentuk kesewenang-wenangan. Para kiai menghendaki islah, bukan pemaksaan pleno. Sangat menyedihkan jika suara para kiai dianggap bisa diabaikan begitu saja,” ujarnya.

Baca Juga: Di Luar Dugaan, Kiai NU Ini Beri Solusi untuk Perselisihan di Tubuh PBNU

Purwaji menegaskan bahwa AD/ART bukan sekadar aturan administratif, tetapi fondasi yang menjaga kehormatan organisasi. Ia menyebut adanya kecenderungan penggunaan kewenangan struktural untuk membatasi dialog dan menutup ruang musyawarah, yang menurutnya dapat menggerus tradisi syura dalam NU.

Situasi itu, kata Purwaji, mengancam marwah organisasi dan berpotensi menjauhkan NU dari prinsip dasar yang dibimbing para ulama.

Sementara itu, salah satu kader muda NU, Fajri Al Farobi, menekankan pentingnya ruang dialog dalam tradisi NU.

“Islah adalah jalannya para kiai. Ketika pintu dialog ditutup dan keputusan diambil sepihak, maka itu bukan lagi tradisi NU. Maka dari itu, forum konsolidasi ini adalah gerakan moral untuk memastikan NU tetap berada di rel yang benar,” terangnya.

Forum konsolidasi menghasilkan pernyataan sikap yang menolak kesewenang-wenangan dalam tubuh PBNU, menolak tindakan yang dinilai mengabaikan AD/ART, serta meminta para kiai sepuh tidak membuat keputusan strategis berdasarkan informasi yang belum ditabayyun.

Baca Juga: Gus Yahya Tolak Rencana Rapat Pleno Syuriah PBNU Tentukan Pj Ketum: Tak Sesuai AD/ART NU

Para kader menegaskan bahwa gerakan mereka bukan bentuk pembangkangan, melainkan upaya menjaga tradisi organisasi yang sejak lama dibimbing para kiai besar dari Ploso hingga Tebuireng, demi menjaga persatuan dan marwah NU.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.