Indonesia Butuh SDM dan Teknologi Cerdas untuk Hadapi Bencana

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) di tengah tingginya risiko bencana alam di Indonesia.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri peluncuran Indonesia International Search and Rescue (IISAR) di Spike Airdome PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (5/12/2025).
Pratikno menjelaskan, Indonesia berada di kawasan ring of fire yang rawan gempa bumi, erupsi gunung api, hingga bencana hidrometeorologi.
Karena itu, peningkatan kemampuan SAR menjadi kebutuhan strategis nasional.
“Memang kita harus fokus mencegah bencana, tetapi ketika bencana terjadi kita harus memiliki kekuatan luar biasa untuk menyelamatkan manusia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (7/12/2025).
Dalam forum tersebut, Pratikno juga menyoroti situasi bencana besar yang tengah melanda wilayah Sumatera. Ia menegaskan bahwa penyelamatan nyawa adalah prioritas utama.
“Kita tidak memberikan toleransi apa pun. Kita harus segera menyelamatkan warga. Menyelamatkan nyawa,” tegasnya.
Baca Juga: Prabowo Tunjuk KSAD Pimpin Satgas Percepatan Perbaikan Jembatan di Lokasi Bencana
Ia menjelaskan bahwa dampak bencana di Sumatera tidak hanya dirasakan oleh korban langsung. Banyak warga kini terisolasi akibat akses transportasi terputus, listrik padam, dan telekomunikasi lumpuh.
“Korban bencana tidak bisa dihitung hanya dari siapa yang terkena banjir. Semua orang yang terdampak pemutusan akses juga merupakan korban,” jelasnya.
Untuk menghadapi tantangan kebencanaan yang semakin kompleks, Pratikno menekankan perlunya penguatan kapasitas melalui SDM yang cerdas, teknologi yang cerdas, dan kolaborasi yang cerdas.
“Ini bukan hanya soal kerja keras. Kita butuh smart. Smart SDM, smart technology, smart collaboration. Kita harus belajar bersama bagaimana menciptakan SDM yang cerdas serta memanfaatkan dan mengembangkan teknologi yang cerdas,” katanya.
Pemerintah, lanjut Pratikno, mendukung penuh peningkatan kompetensi personel SAR, tidak hanya dalam keterampilan fisik tetapi juga penguasaan teknologi mutakhir untuk memastikan keselamatan korban dan tim penyelamat.
Teknologi diperlukan untuk precision policy, operasi tanggap darurat, hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi internasional. Melalui IISAR, Indonesia diharapkan dapat memperluas ruang belajar antarnegara, memperkuat adopsi teknologi, dan meningkatkan efektivitas kerja sama.
“Saya berharap IISAR dapat menjadi forum yang menghasilkan SDM cerdas untuk SAR, teknologi cerdas untuk mitigasi dan respon cepat, serta kolaborasi cerdas dalam penanganan bencana,” tutupnya.
Baca Juga: Di Bireuen, Prabowo Cicipi Hidangan Nasi Ikan Tongkol untuk Konsumsi Para Pengungsi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






