Kuasa Hukum Gus Yaqut Bantah Kerugian Negara Rp1 Triliun di Kasus Kuota Haji

AKURAT.CO Kuasa hukum mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Mellisa Anggaraini, membantah adanya kerugian negara sebesar Rp1 triliun dalam kasus dugaan korupsi penentuan kuota haji 2024.
Ia menegaskan angka tersebut bukan berasal dari hasil audit resmi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) maupun Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Kami menilai klaim tersebut prematur dan tidak berdasar secara hukum,” kata Mellisa saat mendampingi Gus Yaqut di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Selasa (16/12/2025).
Mellisa menjelaskan, hingga saat ini belum ada audit resmi dari lembaga berwenang yang menyatakan adanya kerugian negara dalam pembagian kuota haji. Menurutnya, kewenangan untuk menetapkan kerugian negara hanya dimiliki oleh BPK atau BPKP.
Baca Juga: Hasil OTT di Hulu Sungai Utara, KPK Amankan Dua Jaksa dan Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah
“Hitungan internal KPK bukanlah dasar hukum untuk menyatakan adanya kerugian negara,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kuota tambahan haji tidak dapat serta-merta dikategorikan sebagai kerugian negara. Mellisa menyebut kebijakan tersebut berkaitan dengan pelayanan jemaah dan bersumber dari dana jemaah sendiri, bukan dari keuangan negara.
“Dana itu digunakan untuk kepentingan pelayanan dan keselamatan jemaah, bukan untuk keuntungan pribadi maupun kelompok tertentu,” katanya.
Sementara itu, KPK masih terus mendalami kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji, termasuk pembagian kuota serta dugaan aliran dana ke sejumlah pihak. Pemeriksaan terhadap berbagai pihak masih berlangsung dalam tahap penyidikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






