Meski Ada Dualisme Kepemimpinan, PBNU Kelompok Kramat Akan Gelar Harlah 1 Abad NU

AKURAT.CO Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang berkantor di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, memastikan tetap akan menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad NU versi Masehi pada 31 Januari 2026. Agenda tersebut disiapkan di tengah dinamika internal PBNU yang belakangan ditandai dengan munculnya dualisme kepemimpinan.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan bahwa hingga kini pihaknya masih melakukan koordinasi terkait lokasi pelaksanaan harlah tersebut. Kepastian tempat dan rangkaian acara akan diumumkan setelah seluruh persiapan dimatangkan.
“Ya, kita juga rencanakan nanti harlahnya. Insyaallah pada 31 Januari. Saat ini masih melakukan koordinasi, nanti akan kami umumkan kapan dan di mana,” ujar Gus Yahya usai jumpa pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).
Baca Juga: Tokoh PBNU Tolak Hasil Musyawarah Kubro Lirboyo: Tak Berhak Ambil Keputusan Muktamar
Pernyataan itu disampaikan seusai pembacaan Surat Pernyataan Nomor 4937/PB.23/A.II.07.08/99/12/2025 tentang Tanggapan atas Tabayun Rais Aam PBNU dengan tema Menjernihkan Masalah, Menatap Masa Depan.
Gus Yahya menegaskan bahwa dinamika yang berkembang di internal PBNU tidak seharusnya berujung pada perpecahan berkepanjangan. Menurutnya, NU adalah rumah besar bersama yang harus dijaga dengan semangat persaudaraan dan khidmah.
“Untuk itu, saya mengajak semua pihak, termasuk diri saya sendiri, untuk saling memaafkan dan membuka lembaran baru dengan semangat persaudaraan (ukhuwah),” katanya.
Ia juga mengimbau seluruh jajaran pengurus NU, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar tetap fokus menjalankan kerja-kerja organisasi dan pelayanan keumatan, tanpa larut dalam ketegangan yang sedang terjadi.
Sebelumnya, PBNU kelompok Kramat telah memaparkan sejumlah agenda yang akan mengiringi peringatan Harlah 1 Abad NU versi Masehi. Salah satu agenda utama adalah kirab napak tilas perjalanan KH As‘ad Syamsul Arifin saat membawa amanah dari Syaikhona Muhammad Cholil Bangkalan kepada Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy‘ari dalam rangka perintisan berdirinya NU.
Selain itu, PBNU juga merencanakan peresmian Halal Hub Internasional berbasis NU sebagai bagian dari program strategis organisasi. Agenda lain yang disiapkan meliputi seminar, pelatihan, serta pameran yang melibatkan berbagai elemen Nahdliyin.
“Tadi sudah kami paparkan kepada para pimpinan wilayah NU yang hadir dalam pertemuan ini, dan insyaallah bisa kita laksanakan,” ujar Gus Yahya dalam kesempatan sebelumnya.
Ia menambahkan, peringatan Harlah 1 Abad NU versi Masehi merupakan kelanjutan dari peringatan satu abad NU berdasarkan kalender Hijriah yang telah digelar pada 2023 lalu.
“Pada 2023 lalu kita memperingati 1 Abad NU menurut kalender Hijriah. Januari tahun depan adalah waktunya memperingati 1 Abad NU menurut kalender Masehi,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









