Akurat
Pemprov Sumsel

Kapal Phinisi Tenggelam di Labuan Bajo, Empat WN Spanyol Masih dalam Pencarian

Ahada Ramadhana | 28 Desember 2025, 21:14 WIB
Kapal Phinisi Tenggelam di Labuan Bajo, Empat WN Spanyol Masih dalam Pencarian

AKURAT.CO Kapal Phinisi Putri Sakina tenggelam di Perairan Selat Padar, Labuan Bajo, diduga ⁠terkena gelombang setinggi 2 meter yang mengakibatkan mesin mati. Akibatnya, empat warga negara Spanyol masih dinyatakan hilang. 

Untuk itu, Kementerian Pariwisata bergerak cepat dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Perhubungan, Basarnas, Kementerian Luar Negeri, Badan Otorita Labuan Bajo, otoritas kesyahbandaran, Pemerintah Daerah, serta Kedutaan Besar Kerajaan Spanyol di Jakarta untuk mendukung proses pencarian dan penanganan pascakejadian.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan sampai saat ini belum ditemukan wisatawan yang merupakan empat warga negara Spanyol. Para korban dicurigai terjebak di dalam kamar. 

Baca Juga: Film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel Tayang 4 Desember, Chicco Jerikho Tenggelam Perani Ayah David Ozora

"Empat Warga Spanyol yang belum ditemukan itu adalah Fernando Martin Careras, pelatih sepak bola Wanita Valencia CF, beserta ketiga anaknya. Sementara 11 penumpang beserta awak kapal dilaporkan berhasil diselamatkan dalam musibah ini," kata Widiyanti, dalam keterangannya, Minggu (28/12/2025).

Dia mengatakan, Kemenpar terus mengambil langkah-langkah aktif dan terkoordinasi menyusul insiden kecelakaan kapal wisata di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Secara kelembagaan, Kemenpar juga telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta untuk menyampaikan ungkapan empati dan duka cita yang mendalam, sekaligus menawarkan dukungan dan bantuan yang diperlukan dalam penanganan pasca-kejadian.

Dia juga telah menugaskan Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis, Kepala Badan Otorita Labuan Bajo, serta Direktur Politeknik Pariwisata Bali untuk mendampingi keluarga korban, tentu dengan menghormati persetujuan keluarga dan koordinasi dengan Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta.

"Berdasarkan komunikasi resmi antara Kementerian Pariwisata dan Kedutaan Besar Spanyol, Pemerintah Spanyol menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas upaya cepat serta profesional tim penyelamat Indonesia. Fokus bersama saat ini adalah memaksimalkan pencarian terhadap empat korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang," jelasnya.

Baca Juga: Ratusan Orang Hilang Setelah Kapal Tenggelam di Perairan Perbatasan Thailand–Malaysia

Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), Tim SAR akan melanjutkan operasi pencarian selama tujuh hari, dengan evaluasi berkala berdasarkan kondisi cuaca dan keselamatan tim di lapangan.

Sebagai langkah pencegahan, otoritas kesyahbandaran di bawah Kementerian Perhubungan, telah menetapkan larangan sementara pelayaran kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo, terhitung sejak 26 Desember hingga 1 Januari 2026 atau sampai dengan pengumuman lebih lanjut.

"Kami berkomitmen untuk mengutamakan keselamatan wisatawan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan penanganan kejadian ini dilakukan secara transparan, humanis, dan bertanggung jawab," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.