Pemerintah Harus Antisipasi Potensi Gejolak Harga Minyak Imbas Serangan AS ke Venezuela

AKURAT.CO Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI mendorong pemerintah untuk segera mengantisipasi potensi gejolak harga minyak dan risiko krisis energi global, menyusul serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela.
Eskalasi konflik tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas pasar energi dunia, mengingat Venezuela memiliki peran penting sebagai salah satu pemasok minyak mentah global. Karena itu, gangguan terhadap negara tersebut berpotensi memicu kenaikan harga minyak akibat berkurangnya pasokan di tengah tingginya permintaan.
"Perlu ada tindakan antisipasi dari kementerian terkait melihat efek jangka pendek maupun jangka panjang dari situasi ini. Terutama kemungkinan kenaikan harga minyak dunia karena permintaan yang tinggi namun stok atau pasukan global berkurang," kata Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).
Baca Juga: Penangkapan Presiden Venezuela Ancam Kedaulatan Negara dan Hukum Internasional
Eddy menekankan pentingnya langkah dini, agar dampak krisis global tidak merembet dan membebani perekonomian nasional. Menurutnya, kebijakan yang tepat sejak awal akan membantu menjaga stabilitas fiskal negara.
"Sebelum krisis ini merembet pada dampak yang meluas, antisipasi saat ini bisa dilakukan. Pilihan kebijakan yang relevan akan membantu menjaga 'sehat'-nya APBN kita," ungkapnya.
Dia juga kembali menyoroti perlunya pengurangan ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Percepatan transisi energi menjadi langkah strategis, untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga: Apakah Donald Trump Melanggar Hukum Internasional usai Penangkapan Presiden Venezuela?
"Sejak awal saya sampaikan bahwa ketergantungan kita terhadap impor sumber-sumber energi dapat dikurangi dengan mempercepat transisi menuju energi terbarukan dari sumber-sumber dalam negeri," tuturnya.
Dia pun menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan energi nasional, dengan memaksimalkan pemanfaatan potensi energi domestik.
"Karena itu, kami mendukung Presiden Prabowo memperkuat ketahanan energi kita dan untuk segera menghilangkan paradoks energi dengan secara penuh mengandalkan sumber-sumber energi dalam negeri," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








