Jaga Hak Jemaah, BPKH Pastikan Pengembalian Dana Haji Khusus Termasuk Nilai Manfaat

AKURAT.CO Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menegaskan komitmennya menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana haji.
BPKH memastikan dana Penempatan Keuangan (PK) Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang dikembalikan kepada jemaah haji khusus mencakup setoran awal, setoran pelunasan, serta nilai manfaat hasil pengelolaan dana.
Berdasarkan data BPKH, jemaah haji khusus yang mendaftar sejak 2018 dan hingga kini belum berangkat secara kumulatif telah menerima Nilai Manfaat Virtual Account (NMVA) sekitar USD 685,45.
Sementara jemaah yang masih berada dalam daftar tunggu saat ini rata-rata telah menerima NMVA sekitar USD 268,65 dan berpotensi terus bertambah seiring waktu.
BPKH menyebut jemaah yang telah melakukan pelunasan biaya haji berpeluang menerima NMVA lebih besar dibandingkan jemaah yang masih menunggu, seiring besaran dana dan masa pengelolaan yang berbeda.
Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah menegaskan, nilai manfaat merupakan hak penuh jemaah haji khusus.
Baca Juga: Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji, Harta Gus Yaqut Tembus Rp13,7 Miliar, Naik Drastis dalam 7 Tahun
“Dana PK PIHK yang dikembalikan kepada jemaah bukan hanya setoran awal dan pelunasan sebesar total USD 8.000, tetapi juga termasuk nilai manfaat dari hasil pengelolaan dana oleh BPKH,” ujar Fadlul di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Ia menambahkan, pengembalian nilai manfaat dilakukan melalui skema yang fleksibel dan berpihak pada kepentingan jemaah.
Senada, Anggota Badan Pelaksana BPKH Amri Yusuf menegaskan bahwa nilai manfaat merupakan dana milik jemaah yang wajib dikelola secara amanah dan akuntabel.
“BPKH memastikan seluruh hasil pengelolaan dana haji dapat dipertanggungjawabkan dan didistribusikan secara tepat kepada pemiliknya,” kata Amri.
Untuk menjamin transparansi, BPKH menyediakan akses pemantauan saldo dan NMVA secara mandiri melalui aplikasi BPKH Apps.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









