600 Huntara di Aceh Tamiang Siap Dihuni, Tersedia Listrik dan Internet Gratis

AKURAT.CO Sebanyak 600 unit hunian sementara (huntara) telah siap huni di Kabupaten Aceh Tamiang. Kesiapan ini merupakan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam penanganan akibat banjir di longsor di Sumatera.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menyampaikan arahan penting dari Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan dampak bencana banjir dan longsor di Sumatra.
"Jadi, arahan Bapak Presiden adalah, satu, bergerak cepat. Dua, bergerak semua. Ini yang sekarang terjadi di sini, dalam waktu sekitar dua minggu berkolaborasi dengan BUMN Karya, membantu bersinergi bersama kepala daerah. Akhirnya bisa terwujud hunian sementara," kata Bima dalam keterangannya, Minggu (10/1/2025).
Baca Juga: BNPB Tindaklanjuti Arahan Prabowo soal Atap Huntara Korban Bencana di Sumatera
Dia mengapresiasi kerja cepat dan kolaboratif antara BUMN Karya, Danantara, dan pemerintah daerah (Pemda) setempat dalam mewujudkan Huntara. Dia juga berpesan kepada Bupati Aceh Tamiang agar membangun sistem pengelolaan kawasan Huntara, termasuk pengaturan fasilitas pendukung seperti air, listrik, transportasi, hingga pembentukan RT/RW baru, seiring telah dilakukannya serah terima Huntara.
Dia menegaskan, pihak Pemda akan memastikan seluruh kebutuhan dasar tersebut tertangani dengan baik. Kepala desa setempat juga diminta terus memantau kawasan Huntara agar tidak terlepas dari pengawasan.
"Kami titip kepada Pak Bupati untuk membangun sistem di sini, karena akan perlu diatur nanti," tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengerahkan 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk ditugaskan di Aceh Tamiang.
Mereka bertugas mendampingi Pemda memulihkan berbagai sarana dan prasarana layanan publik, seperti gedung-gedung pemerintahan dan sekolah.
Baca Juga: BTN Aktif Bangun Huntara Untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
"Apabila dibutuhkan nanti kami siap untuk juga mengaktivasi, mengawasi, memfasilitasi warga di hunian sementara ini agar tetap terlayani dengan baik," ujarnya.
Sebagai informasi, sebanyak 600 unit Huntara dibangun di Aceh Tamiang untuk warga terdampak. Setiap unit berukuran 20 meter persegi dan dilengkapi dua set tempat tidur serta satu lemari. Huntara difasilitasi ruang komunal meliputi sarana Mandi, Cuci, Kakus (MCK), dan dapur umum.
Selama enam bulan, untuk fasilitas listrik, gas, dan layanan jaringan internet disediakan secara gratis. Selain itu, tersedia pula tempat bermain anak, musala, serta fasilitas pendukung lainnya. Secara keseluruhan, kawasan Huntara ini telah memenuhi syarat sebagai sebuah permukiman baru, sehingga warga diharapkan dapat beradaptasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







