Kontroversi Status ASN PPPK: Pemerintah Harus Prioritaskan Guru Honorer Ketimbang Pegawai SPPG

AKURAT.CO Pemerintah berencana mengangkat pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi ASN PPPK.
Kebijakan ini menimbulkan kontroversi karena dinilai tidak adil bagi guru honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun dengan gaji rendah dan status tidak jelas.
Anggota Komisi X DPR RI, La Tinro La Tunrung, mengatakan kebijakan ini menimbulkan pertanyaan besar.
“Secara pribadi, kami mempertanyakan hal ini. Pegawai SPPG baru masuk, sementara guru yang telah berkorban bertahun-tahun belum tersentuh,” kata La Tinro, Jumat (23/1/2026).
Ia mengungkapkan, pada akhir 2025 diperkirakan masih terdapat sekitar 2,6 juta guru honorer atau 56 persen dari total guru di Indonesia.
Banyak di antara mereka berstatus non-ASN, menerima gaji di bawah UMK, dan berharap diangkat menjadi PPPK.
“La Tinro berharap Presiden Prabowo Subianto dapat mengangkat guru honorer menjadi ASN seperti SPPG,” ujarnya.
Baca Juga: Pramono Anung Tekankan Budaya Kerja dan Transparansi Jelang IPO Bank Jakarta
Ia menambahkan, Komisi X telah menyampaikan harapan ini kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk diteruskan ke Presiden.
Menurut La Tinro, beberapa guru honorer telah mengabdi 5 hingga 15 tahun, dengan gaji antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per bulan.
“Kami berharap mereka terangkat sebagai ASN agar bisa menghidupi keluarga secara layak,” tegasnya.
Selain itu, La Tinro mendorong agar Kemendikdasmen menempatkan guru tidak hanya di perkotaan, tetapi juga di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Meskipun jumlah guru secara kuantitas cukup, penyebaran guru masih belum merata, terutama di daerah marjinal.
“Di kabupaten/kota tertentu kelebihan guru, sementara di daerah 3T masih kekurangan. Hal ini menjadi perhatian Mendikdasmen,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









