Kondisi Menteri Trenggono Kembali Stabil Usai Pingsan, Siap 'Ngantor' Besok

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan kondisi Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, telah membaik setelah sempat pingsan saat mengikuti upacara penghormatan dan pelepasan jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Media, Dodi Ismanto, menyampaikan bahwa Trenggono mengalami kelelahan setelah menjalani perjalanan dinas luar negeri dan tetap memaksakan hadir untuk mendampingi keluarga korban.
"Aman bapaknya (Trenggono). Sudah baikan, baikan. (Karena) kecapekan. Beliau baru sampai dari perjalanan dinas itu, terus selama di Eropa memantau terus perkembangan di Jakarta. Begitu tahu sudah diumumkan korban, beliau ingin mendampingi keluarga dan berpartisipasi dalam proses upacara," kata Dodi kepada wartawan, Minggu (25/1/2026).
Baca Juga: Menteri Trenggono Pingsan Akibat Kelelahan, Wamen KP: Sekarang Sudah Sadar
Dia menjelaskan, usai kejadian tersebut Trenggono langsung mendapatkan penanganan medis dan dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Saat ini, kondisi Menteri KKP disebut sudah stabil dan dalam keadaan sadar.
"Kondisi Menteri saat ini dalam keadaan sadar, stabil, dan baik-baik saja. Kelelahan yang dirasakan bersifat sementara dan telah ditangani dengan baik," ujarnya.
Dia menambahkan, kelelahan tersebut berkaitan dengan rangkaian kunjungan kerja mendampingi Presiden Prabowo Subianto ke London dan Davos. Meski sempat menjalani observasi medis, Dodi memastikan Trenggono tidak mengalami masalah serius dan dijadwalkan kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.
Baca Juga: Menteri Trenggono Janji ke Prabowo, Indonesia Tak Lagi Impor Garam di Akhir 2027
"Udah dicek aman, besok ngantor," tegasnya.
Dodi juga menekankan bahwa kehadiran Trenggono dalam upacara penghormatan tersebut, dilandasi rasa empati dan solidaritas kepada para korban serta keluarga yang ditinggalkan.
"Menteri memahami bahwa kehadiran, doa, dan perhatian di saat duka memiliki makna yang sangat penting. Oleh karena itu, beliau tetap berupaya hadir sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas, seraya tetap menjaga dan memulihkan kondisi kesehatan sesuai anjuran," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








