Banggar DPR Minta Dapur MBG Nakal Diblacklist: Jangan Korbankan Gizi Anak

AKURAT.CO Badan Anggaran (Banggar) DPR meminta evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya pengelolaan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ketua Banggar DPR, Said Abdullah, program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu memiliki tujuan mulia untuk menekan prevalensi gizi kronis anak Indonesia yang masih berada di kisaran 19 persen, jauh di atas standar rendah versi WHO yang berada di bawah 10 persen.
Namun dalam implementasi, dia menyoroti adanya pengelola dapur yang tidak patuh terhadap standar pelayanan dan menu gizi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca Juga: PDIP Larang Kader Manfaatkan Program MBG untuk Bisnis
"Atas praktik ini, saya menyarankan BGN mengeluarkan daftar hitam rekanan, pengelola dapur yang nakal. Mereka perlu dicoret sebagai rekanan BGN, dan bila perlu di meja hijaukan," kata Said, dikutip Sabtu (28/2/2026).
Tahun ini, pemerintah menargetkan 35.270 SPPG beroperasi, sebagian besar dikelola masyarakat melalui yayasan maupun perorangan. Menurutnya, partisipasi publik merupakan langkah positif, namun harus dibarengi pengawasan ketat.
Dia juga mengusulkan agar cakupan penerima manfaat per dapur dikurangi dari target 3.000 siswa menjadi maksimal 1.500–2.000 siswa, agar kualitas dan higienitas makanan lebih terjaga.
Baca Juga: Seskab Teddy: Program MBG Tak Kurangi Anggaran Pendidikan
Selain itu, dia juga mendorong pelibatan pemerintah daerah dan desa dalam pengawasan. Dia menilai, BGN tidak memiliki struktur vertikal hingga ke daerah sehingga pengawasan lapangan perlu diperkuat.
"Pemda bisa memberikan rekomendasi kelayakan SPPG dan daftar hitam rekanan, serta melakukan tindakan antisipasi atas ketidaklayakan makanan yang akan diberikan ke siswa," ujarnya.
Said menegaskan, DPR akan terus memberikan masukan konstruktif agar target intervensi gizi yang dicanangkan pemerintah benar-benar tercapai dan tidak ternodai oleh praktik yang merugikan anak-anak penerima manfaat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







