Akurat
Pemprov Sumsel

Jangkau 30 Ribu Calon Siswa Baru Sekolah Rakyat, Mensos: Tidak Boleh Ada Titipan dan Kongkalikong

Moehamad Dheny Permana | 3 Maret 2026, 12:57 WIB
Jangkau 30 Ribu Calon Siswa Baru Sekolah Rakyat, Mensos: Tidak Boleh Ada Titipan dan Kongkalikong
Jumlah siswa Sekolah Rakyat akan mencapai sekitar 46 ribu di tahun ini. (Akurat.co)

AKURAT.CO Kementerian Sosial menyiapkan penjangkauan siswa baru Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026 dengan target sekitar 30 ribu orang.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengatakan, ditambah hampir 16 ribu peserta angkatan sebelumnya, maka total siswa Sekolah Rakyat akan mencapai sekitar 46 ribu.

Untuk menjaga integritas penerimaan siswa baru, Kemensos melakukan pelatihan kepada pendamping sosial. Khususnya pendamping PKH, yang terlibat dalam proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat.

"Tidak boleh ada titipan, kongkalikong dan tidak boleh ada bayar membayar. Karena yang bisa sekolah di sini adalah keluarga yang berada di desil satu atau dua (DTSEN) setelah melalui proses asesmen," kata Mensos di Jakarta, Senin (2/3/2026) malam.

Selanjutnya, hasil asesmen tersebut diajukan kepala daerah kepada Kemensos untuk diverifikasi dan divalidasi, sebelum ditetapkan secara resmi sebagai siswa Sekolah Rakyat.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Sekolah Rakyat Hadirkan Pendidikan Aman dan Setara

Mensos menyampaikan, saat ini pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat berlangsung di 104 titik di berbagai daerah. Setiap sekolah dirancang menampung hingga 1.000 siswa jenjang SD, SMP dan SMA.

Seleksi kelayakan lahan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan memastikan status tidak bermasalah, sementara Kemensos mendampingi pemerintah daerah dalam pemenuhan persyaratan.

Di luar 104 titik tersebut, sekitar 100 kabupaten dan kota telah mengajukan pembangunan dan menunggu tahap berikutnya.

Menurut Mensos, dalam tujuh bulan operasional, siswa Sekolah Rakyat mencatat sejumlah prestasi akademik dan nonakademik yang menggembirakan.

"Ini cukup menggembirakan dan saya berharap kepala sekolah dan tenaga kependidikan bisa mempertahankan capaian yang sudah kita dapat dan harus kita lakukan peningkatan lebih banyak lagi (kualitas Sekolah Rakyat)," jelasnya.

Baca Juga: Tak Sekadar Pintar, Sekolah Rakyat Dibentuk Cetak Siswa Tangguh dan Mandiri

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.