Akurat
Pemprov Sumsel

Badan Bank Tanah Pastikan Lahan Tidur Bisa Jadi Ladang Cuan bagi Penerima Manfaat

Siti Nur Azzura | 5 Maret 2026, 16:41 WIB
Badan Bank Tanah Pastikan Lahan Tidur Bisa Jadi Ladang Cuan bagi Penerima Manfaat
Badan Bank Tanah pastikan pemanfaatan lahan untuk kesejahteraan masyarakat. (Dok. Badan Bank Tanah)

AKURAT.CO Dalam rangka mendukung reforma agraria untuk meningkatkan kesejahteraan dari penerima manfaat, Badan Bank Tanah melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI), dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Yayasan Astha Cita Masykur.

Kolaborasi ini akan difokuskan untuk memberdayakan subjek reforma agraria di atas HPL Badan Bank Tanah yang berada di Cianjur, Jawa Barat, melalui pengembangan peternakan domba, kambing, dan ayam petelur sebagai sektor unggulan yang memiliki potensi ekonomi tinggi.

"Reforma agraria tidak hanya soal bagi-bagi tanah, tetapi tentang bagaimana tanah tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa tanah yang dikelola Badan Bank Tanah benar-benar produktif, berdaya guna, dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi penerima reforma agraria," kata Plt. Kepala Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat, dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga: Badan Bank Tanah dan BRIN Dorong Pengelolaan Tanah Berbasis Riset dan Inovasi

Dalam pelaksanaannya, Badan Bank Tanah akan melakukan pendampingan secara bertahap dan terintegrasi mulai dari hulu hingga ke hilirnya, kepada subjek reforma agraria di atas HPL Badan Bank Tanah di Cianjur.

"Sehingga program reforma agraria ini tidak hanya berhenti pada penyerahan tanah, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan rakyat," ucapnya.

Sebelumnya, Badan Bank Tanah telah melakukan perjanjian pemanfaatan dengan subjek reforma agraria di atas HPL Badan Bank Tanah di Cianjur. Selanjutnya, Badan Bank Tanah bersama pihak ketiga melakukan pelatihan terkait dengan pengembangan peternakan kepada subjek penerima manfaat.

Dalam implementasinya, para pihak akan menjalankan program secara terintegrasi mulai dari pendampingan teknis, pelatihan peningkatan kapasitas peternak, penguatan kelembagaan kelompok ternak, hingga dukungan pengembangan usaha. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun ekosistem peternakan yang produktif dan berdaya saing.

Baca Juga: Gandeng Polda Kaltim, Badan Bank Tanah Optimalkan Lahan untuk Ketahanan Pangan

"Kerja sama ini menjadi langkah awal yang ke depan dapat menjadi salah satu solusi dalam pengembangan peternakan domba dan kambing di Indonesia," kata Ketua Pengurus HPDKI, Yudi Guntara Noor.

Sementara itu Pembina Yayasan Astha Cita Masykur, Wakhid Maskur, mengatakan pihaknya akan melakukan pendampingan untuk pengembangan ayam petelur dari hulu ke hilir atau dari pembuatan bibit, penyediaan kandang, peningkatan kapasitas usaha, sampai dengan off taker/pemasarannya.

"Program pendampingan ini akan berjalan selama setahun," pungkas dia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.