Akurat
Pemprov Sumsel

Panglima TNI Dikabarkan Tetapkan Siaga Satu, Minta Tingkatkan Pengamanan Objek Vital Strategis

Moehamad Dheny Permana | 7 Maret 2026, 19:16 WIB
Panglima TNI Dikabarkan Tetapkan Siaga Satu, Minta Tingkatkan Pengamanan Objek Vital Strategis
Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, dikabarkan menetapkan status Siaga Satu. (Akurat.co)

AKURAT.CO Kabar mengenai peningkatan status kesiapsiagaan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) mencuat setelah beredarnya sebuah Telegram internal yang dikaitkan dengan Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Dokumen itu disebut berisi instruksi peningkatan kewaspadaan bagi satuan-satuan TNI di seluruh wilayah.

Telegram bernomor TR/283/2026 itu dikabarkan ditandatangani oleh Asisten Operasi Panglima TNI, Bobby Rinal Makmun, di Jakarta pada 1 Maret 2026.

Isi dokumen tersebut memuat sejumlah arahan strategis yang berkaitan dengan perkembangan konflik di Kawasan Timur Tengah serta potensi dampaknya terhadap situasi keamanan di dalam negeri.

Dalam dokumen yang beredar, jajaran TNI disebut diminta meningkatkan kesiapsiagaan hingga level siaga satu mulai 1 Maret 2026 sampai waktu yang belum ditentukan. Instruksi tersebut mencakup tujuh poin penting yang harus dilaksanakan oleh berbagai satuan TNI.

Salah satu arahan menugaskan para Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI untuk menyiagakan personel dan alat utama sistem senjata (alutsista).

Baca Juga: Seskab Teddy Terima Wakil Panglima TNI, Bahas MBG hingga Kampung Nelayan

Selain itu, mereka diminta meningkatkan patroli pengamanan di berbagai objek vital strategis serta pusat aktivitas ekonomi seperti bandara, pelabuhan laut maupun sungai, stasiun kereta api, terminal bus, hingga fasilitas kelistrikan milik PLN.

Di sektor pertahanan udara, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) diperintahkan untuk memperkuat pemantauan wilayah udara secara berkelanjutan selama 24 jam guna memastikan deteksi dini terhadap potensi ancaman.

Sementara itu, Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI diminta mengintensifkan koordinasi dengan atase pertahanan RI di negara-negara yang terdampak konflik Timur Tengah. Langkah tersebut mencakup pendataan warga negara Indonesia (WNI) di wilayah tersebut serta menyiapkan skenario evakuasi apabila situasi memburuk. Koordinasi juga diarahkan dengan Kementerian Luar Negeri dan perwakilan diplomatik Indonesia.

Instruksi lainnya ditujukan kepada Kodam Jaya/Jayakarta untuk memperkuat patroli keamanan di kawasan objek vital dan kantor-kantor kedutaan di wilayah Provinsi Jakarta. Upaya tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan ibu kota di tengah dinamika geopolitik global.

Selain itu, satuan intelijen TNI juga diminta meningkatkan kegiatan deteksi dini terhadap potensi ancaman di lokasi-lokasi strategis, termasuk kawasan diplomatik dan pusat aktivitas publik.

Di tingkat internal, seluruh Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) TNI diminta menyiagakan satuannya masing-masing serta memastikan kesiapan operasional jika sewaktu-waktu diperlukan.

Baca Juga: Wakil Panglima TNI Tegas Bantah Isu Darurat Militer

Seluruh perkembangan situasi di lapangan diminta untuk terus dilaporkan secara berkala kepada Panglima TNI.

Hingga saat ini, pihak TNI belum memberikan keterangan resmi terkait kebenaran dokumen tersebut.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah, belum merespons permintaan konfirmasi mengenai status siaga yang disebutkan dalam Telegram tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.