Ramai Status Siaga 1, TB Hasanuddin: Jangan Sampai Membingungkan Masyarakat

AKURAT.CO Masyarakat Indonesia tengah ramai oleh Status Siaga 1 yang dikeluarkan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Status ini merupakan bentuk dari antisipasi atas situasi internasional, regional, maupun nasional.
Meski demikian, informasi ini tidak disusul penjelasan dari pihak TNI secara jelas. Terlebih TNI Angkatan Darat justru membantah ada Status Siaga 1.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, menilai komunikasi internal dan penyampaian informasi kepada publik perlu diperbaiki agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.
Baca Juga: Warga Jakarta Diimbau Waspada, Bendung Katulampa Siaga 1
"Kalau memang ada perbedaan penjelasan seperti yang muncul di publik, sebaiknya koordinasi di internal TNI diperbaiki. Jangan sampai informasi yang keluar justru membingungkan rakyat," ujar TB Hasanuddin, Minggu (8/3/2026).
Dia menilai pentingnya bagi TNI untuk memberikan penjelasan yang jelas, terkoordinasi, dan transparan kepada publik. Menurutnya, isu yang berkaitan dengan kesiapsiagaan militer sering kali sensitif dan mudah menimbulkan spekulasi jika tidak dijelaskan dengan baik.
"Karena itu saya berharap TNI dapat menyampaikan informasi secara lebih terkoordinasi agar masyarakat memperoleh penjelasan yang utuh dan tidak menimbulkan berbagai penafsiran," ujarnya.
Dia mengatakan, status siaga di lingkungan TNI pada dasarnya merupakan mekanisme standar kesiapan prajurit, yang dapat diberlakukan untuk berbagai kepentingan, baik latihan maupun antisipasi terhadap kemungkinan penugasan. Ada tiga tingkat kesiapan yaitu Siaga Tiga, Siaga Dua, dan Siaga Satu.
Siaga Tiga merupakan kondisi yang masih relatif normal. Dalam kondisi ini kegiatan satuan berjalan seperti biasa tanpa adanya konsentrasi pasukan secara khusus.
Sementara itu, Siaga Dua menunjukkan tingkat kesiapan yang lebih tinggi. Biasanya sebagian kekuatan sudah dalam kondisi standby, sedangkan sebagian lainnya tetap menjalankan kegiatan rutin.
Baca Juga: Lebanon Siaga 1, Pemerintah Upayakan Evakuasi WNI
Sedangkan Siaga Satu merupakan tingkat kesiapan tertinggi. Pada kondisi ini seluruh pasukan telah berkonsentrasi, alutsista sudah disiapkan, serta logistik perorangan telah dipersiapkan.
"Umumnya prajurit menyiapkan bekal pokok dan logistik personel untuk kebutuhan sekitar lima hingga tujuh hari sehingga pasukan siap digerakkan kapan pun sesuai perintah komando," ujarnya.
Dia menegaskan, siaga TNI tidak memerlukan persetujuan ataupun konsultasi dengan DPR, karena status siaga hanya berkaitan dengan tingkat kesiapan prajurit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










