Menkes Targetkan Semua Puskesmas Gunakan Sistem SPHERES dalam Tiga Tahun

AKURAT.CO Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, menargetkan seluruh puskesmas di Indonesia dapat menggunakan aplikasi atau dashboard SPHERES (Scalable Public Health Empowerment, Research, and Education Sites) dalam tiga tahun ke depan.
Sistem digital ini diharapkan membantu tenaga kesehatan memanfaatkan data untuk meningkatkan pelayanan sekaligus mencegah penyakit di masyarakat.
Target tersebut disampaikan Budi saat kunjungan kerja ke Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Purbalingga, Selasa (10/3/2026).
Ia meminta jajarannya mempercepat penerapan sistem tersebut secara bertahap di seluruh daerah.
“Saya minta ke Ibu Dirjen kalau bisa tiga tahun. Aplikasi ini bukan hanya data, tujuannya data itu harus dipakai agar masyarakat kita lebih sehat,” kata Budi.
Menurutnya, data kesehatan yang terintegrasi akan membantu puskesmas mendeteksi lebih dini berbagai masalah kesehatan di masyarakat. Salah satu contoh yang disorotinya adalah tingginya kasus hipertensi di Purbalingga.
Ia menjelaskan tekanan darah tinggi yang tidak ditangani dapat memicu penyakit serius seperti stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal.
Karena itu, puskesmas perlu memanfaatkan data untuk mengidentifikasi warga yang berisiko dan segera memberikan penanganan.
Baca Juga: PAN Copot Muhammad Fikri Thobari Usai Terjaring OTT KPK
“Kalau darah tinggi didiamkan bisa jadi stroke, bisa jadi jantung, ginjal. Kalau diketahui lebih awal dan dilayani, dikasih obat supaya turun, masyarakat bisa tetap sehat,” ujarnya.
Budi menilai pendekatan berbasis data tersebut akan memperkuat upaya pencegahan penyakit sehingga masyarakat tidak perlu sampai dirawat di rumah sakit.
Selama ini, sebagian besar anggaran kesehatan terserap untuk pembiayaan layanan kuratif melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Melalui pemanfaatan data di sistem SPHERES, pemerintah ingin memperkuat upaya menjaga masyarakat tetap sehat.
“JKN itu jaminan kesehatan untuk orang yang sudah sakit datang ke rumah sakit. Saya ingin program ini menjaga masyarakat jangan sampai sakit,” ucapnya.
Selain memanfaatkan data, sistem ini juga diharapkan dapat mengurangi beban administrasi tenaga kesehatan di puskesmas.
Saat ini masih banyak petugas kesehatan yang harus menghabiskan waktu untuk mengisi laporan dan berbagai aplikasi.
Dengan integrasi data dalam satu sistem, diharapkan tenaga kesehatan dapat lebih fokus pada pelayanan kepada masyarakat.
Ia menambahkan penerapan SPHERES juga membuka ruang bagi puskesmas dan posyandu untuk saling berbagi praktik terbaik dalam pelayanan kesehatan.
“Melalui pertukaran praktik baik tersebut, implementasi program diharapkan dapat berjalan lebih cepat di berbagai daerah,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










