Akurat
Pemprov Sumsel

Prabowo Dorong Penghematan Energi Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

Moehamad Dheny Permana | 20 Maret 2026, 07:07 WIB
Prabowo Dorong Penghematan Energi Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka. (Biro Pers Setpres)

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (19/3/2026), guna membahas langkah-langkah strategis penghematan energi nasional.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut difokuskan pada upaya pemerintah dalam mengantisipasi dinamika geopolitik global. Khususnya di kawasan Timur Tengah, yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi dunia.

Dalam pembahasannya, Presiden menekankan pentingnya langkah antisipatif yang terukur untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah situasi global yang dinamis.

Baca Juga: Ketua DPD Imbau Semua Pihak Menahan Diri di Tengah Eskalasi Konflik Global

"Presiden membahas langkah-langkah strategis terkait rencana penghematan energi di berbagai sektor, sebagai antisipasi atas dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang dapat mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi global," tulis Seskab.

Lebih lanjut, Presiden menginstruksikan agar kebijakan efisiensi energi difokuskan pada sektor-sektor spesifik yang memiliki dampak signifikan terhadap konsumsi energi nasional, guna menjaga stabilitas dan ketahanan energi dalam negeri.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah, untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Melalui koordinasi lintas kementerian, pemerintah berupaya memastikan kebijakan penghematan energi dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.