Akurat
Pemprov Sumsel

Momen Menhut Raja Juli Memaknai Idul Fitri 1447 H

Ayu Rachmaningtyas | 21 Maret 2026, 10:55 WIB
Momen Menhut Raja Juli Memaknai Idul Fitri 1447 H
Menhut Raja Juli Antoni usai ditemui selesai Sholat Idul Fitri 1447 H, di Masjid Istiqal, Jakarta Pusat, Sabtu (21/3/2026). (AKURAT.CO/Ayu Rachmaningtyas)

AKURAT.CO Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menilai Idul Fitri sebagai momen penting untuk kembali ke fitrah, termasuk dalam hubungan manusia dengan alam dan hutan. Hal tersebut disampaikan dalam memaknai ramadan kali ini.

Ia mengungkapkan bahwa berakhirnya Ramadan selalu menghadirkan dua perasaan sekaligus, yakni sedih dan gembira.

“Pertama, setiap kali Ramadan selesai, ada perasaan sedih dan gembira. Sedih tentu karena bulan yang suci, bulan yang penuh maghfiroh, penuh pengampunan pergi. Dan kita tidak tahu apakah di Ramadan yang ke depan kita masih dapat hadir,” ujarnya usai ditemui selesai Sholat Idul Fitri 1447 H, di Masjid Istiqal, Jakarta Pusat, Sabtu (21/3/2026).

Di sisi lain, ia menyebut Idul Fitri menjadi momen untuk kembalinya manusia ke kondisi awal.

“Gembira tentu karena kita dijadikan kembali kepada fitrah. Fitrah merupakan satu state of nature, di mana kita kembali kepada posisi yang natural, di mana manusia hidup berdampingan dengan alam, hidup berdampingan dengan hutan,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu indikator keberhasilan menjalani ramadan adalah bagaimana manusia mampu menjaga hubungan dengan alam setelahnya.

“Indikatornya adalah bagaimana kita dapat mengelola hutan kita, hidup dengan alam kita secara berdampingan, secara koeksisten,” ucapnya.

Ia menambahkan, Ramadan merupakan “madrasah” atau proses pelatihan bagi umat untuk diterapkan dalam kehidupan sebelas bulan berikutnya.

“Ini bulan madrasah, sekolah untuk kita berlatih. Sebelas bulan ke depan kita lihat apakah pelatihan kita selama bulan ini dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.