Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Tembus 2 Juta Kendaraan, Polisi Siaga Gelombang Susulan

AKURAT.CO Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan jumlah kendaraan yang kembali ke Jakarta pada arus balik Lebaran 2026 telah menembus sekitar 2,04 juta unit.
Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Puncak arus balik tercatat terjadi pada Selasa (24/3/2026), dengan sekitar 256 ribu kendaraan masuk ke wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam satu hari.
Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang berada di kisaran 223 ribu kendaraan.
Sigit menyebut, berbagai rekayasa lalu lintas telah diterapkan untuk mengurai kepadatan, mulai dari sistem one way hingga contraflow di sejumlah ruas tol.
Ia menilai puncak arus balik utama telah terlewati, namun petugas tetap diminta siaga.
Pasalnya, masih terdapat ratusan ribu pemudik yang belum kembali ke Jakarta.
Diperkirakan sekitar 500 ribu orang masih berada di kampung halaman, sehingga berpotensi memicu gelombang arus balik lanjutan.
“Kita harus mengantisipasi arus balik susulan agar tetap terkendali,” ujarnya.
Kapolri juga mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Ia mengingatkan pengendara agar beristirahat jika merasa lelah, memanfaatkan fasilitas rest area di jalan tol maupun pos pelayanan di jalur arteri.
Baca Juga: Kenapa Paskah Identik dengan Telur? Ini Sejarah, Makna, dan Alasannya
Sementara itu, Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho menyebut sekitar 58 persen pemudik telah kembali ke Jakarta.
Dari total pergerakan, hampir 2 juta kendaraan sudah tiba, sementara sekitar 1,4 juta kendaraan lainnya masih dalam perjalanan atau belum berangkat kembali.
Ia menambahkan, sisa kendaraan diperkirakan akan kembali secara bertahap hingga akhir pekan.
Seiring dengan mulai landainya arus lalu lintas di ruas Tol Trans Jawa, sejumlah rekayasa seperti one way juga mulai disesuaikan atau dihentikan secara bertahap.
Kondisi ini diharapkan dapat menjaga kelancaran arus balik hingga seluruh pemudik kembali dengan aman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











