Akurat
Pemprov Sumsel

Anggaran Pendidikan Tidak Dikurangi, Justru Diperkuat Lewat Revitalisasi Sekolah dan Program Sekolah Rakyat

Moehamad Dheny Permana | 26 Maret 2026, 12:05 WIB
Anggaran Pendidikan Tidak Dikurangi, Justru Diperkuat Lewat Revitalisasi Sekolah dan Program Sekolah Rakyat
Saat ini pembangunan tahap kedua Sekolah Rakyat mencakup 104 lokasi di seluruh Indonesia. (Akurat.co)

AKURAT.CO Pemerintah melalui Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari, memastikan tidak mengurangi anggaran pendidikan.

Sebaliknya, pemerintah memperkuat sektor pendidikan melalui program revitalisasi sekolah dan pembangunan Sekolah Rakyat yang juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Qodari mengatakan, revitalisasi sekolah dan Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan tetapi juga memberikan efek ganda terhadap perekonomian.

"Penting kami tegaskan bahwa program revitalisasi sekolah dan Sekolah Rakyat bukan hanya program di pendidikan tapi memiliki dampak ekonomi yang luas atau multiplier effect yang nyata," jelasnya, Kamis (26/3/2026).

Menurut Qodari, keberlanjutan kedua program tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat anggaran pendidikan.

Baca Juga: Pembangunan 104 Sekolah Rakyat Ditargetkan Rampung Juni 2026

"Dengan tetap berjalannya program revitalisasi sekolah dan pembangunan Sekolah Rakyat ini menunjukkan bahwa tidak ada pengurangan terhadap anggaran pendidikan, justru membuktikan bahwa anggaran pendidikan akan terus diperkuat," katanya.

Pada 2025, program revitalisasi sekolah mencakup 16.167 satuan pendidikan. Jumlah ini meningkat dari target awal 10.000 sekolah setelah Presiden Prabowo Subianto menambah sekitar 6.000 sekolah.

Hingga 11 Maret 2026, sebanyak 16.062 sekolah telah menyelesaikan pembangunan, sementara 105 sekolah lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Selain revitalisasi sekolah, pemerintah juga menjalankan program Sekolah Rakyat sebagai prioritas untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan, khususnya desil 1 dan 2 atau 20 persen masyarakat terbawah.

"Pada pembangunan tahap dua ini ditargetkan menyerap sekitar 58.000 tenaga konstruksi dan didukung sekitar 5.200 tenaga pendidik. Sehingga sekali lagi tidak hanya memperluas akses pendidikan tapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal," jelas Qodari.

Baca Juga: Putus Rantai Kemiskinan: Anak Masuk Sekolah Rakyat, Orang Tua Diberdayakan Lewat Bantuan Kemensos

Setiap Sekolah Rakyat permanen dirancang memiliki kapasitas 1.080 siswa per tahun. Hingga 2029, pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat yang mampu menjangkau sekitar 540.000 siswa kurang mampu setiap tahun.

Saat ini, pembangunan tahap kedua Sekolah Rakyat mencakup 104 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Meliputi 40 lokasi di Jawa, 26 lokasi di Sumatera, 12 lokasi di Kalimantan, 16 lokasi di Sulawesi, tiga lokasi di Bali dan Nusa Tenggara, empat lokasi di Maluku, dan tiga lokasi di Papua.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.