Pemerintah Tahan Kenaikan BBM, MPR: Stabilitas Energi Harus Dijaga di Tengah Krisis Global

AKURAT.CO Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, mendukung langkah pemerintah yang menunda kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Menurutnya, di tengah ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah, kebijakan tersebut memberikan kelegaan bagi masyarakat.
Ia menilai, keputusan ini menunjukkan upaya serius pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga minyak dunia.
“Saya mengapresiasi keputusan pemerintah untuk mempertahankan harga BBM, baik yang bersubsidi maupun non-subsidi,” ujar Eddy dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
Meski demikian, Eddy mengingatkan pemerintah untuk tetap sigap menjaga pasokan BBM.
Ia menilai, di tengah situasi global saat ini, energi menjadi komoditas strategis yang diperebutkan banyak negara.
Menurutnya, negara-negara besar seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan yang sangat bergantung pada impor energi akan mencari sumber alternatif untuk memenuhi kebutuhannya.
“Akibatnya, Indonesia bisa ‘bersaing ketat’ dengan negara lain untuk mengamankan pasokan energi,” jelasnya.
Ia menambahkan, ketergantungan negara-negara tersebut terhadap impor energi bahkan mencapai lebih dari 70 persen, sehingga kompetisi global dalam mendapatkan pasokan energi diperkirakan akan semakin intens.
Eddy juga menyinggung pengalaman saat pandemi COVID-19, ketika vaksin menjadi komoditas langka yang diperebutkan banyak negara, bahkan dengan harga tinggi.
Baca Juga: DPR Soroti Kematian Petugas Karhutla, Minta Standar Keselamatan Diperketat
“Situasi serupa bisa terjadi pada BBM, di mana negara-negara akan berlomba mengamankan pasokan untuk menghindari krisis energi yang dapat mengganggu perekonomian dan stabilitas sosial,” ujarnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya memastikan keandalan pasokan energi (reliability of supply), bukan sekadar ketersediaan (availability).
Selain itu, momentum krisis global ini dinilai tepat untuk mempercepat penguatan ketahanan energi nasional.
Ia mendorong langkah strategis seperti transisi energi, konservasi energi, elektrifikasi, serta pengurangan penggunaan diesel pada pembangkit listrik.
“Langkah ini tidak hanya mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga mengoptimalkan potensi energi bersih dan terbarukan yang melimpah di dalam negeri,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









