Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 2 April 2026

AKURAT.CO Pada tanggal 2 April 2026 Masehi, kalender Hijriah menunjukkan adanya perbedaan penanggalan antara Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag), Muhammadiyah, serta beberapa kalender Islam global lainnya.
Perbedaan ini merupakan hal yang umum terjadi dan disebabkan oleh metode penentuan awal bulan Hijriah yang berbeda, yaitu metode rukyat dan hisab.
Perbandingan Tanggal Hijriah 2 April 2026
Berdasarkan kalender resmi yang dirilis oleh Kementerian Agama RI, tanggal 2 April 2026 bertepatan dengan 13 Syawal 1447 Hijriah.
Kemenag menggunakan metode rukyat, yaitu pengamatan langsung terhadap hilal (bulan sabit pertama) sebagai penanda awal bulan Hijriah.
Dalam kalender Kemenag, bulan April 2026 mencakup rentang tanggal 12 Syawal hingga 12 Zulkaidah 1447 H. Penentuan ini bersifat dinamis karena tetap menunggu hasil rukyatul hilal pada akhir bulan berjalan.
Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan bahwa 2 April 2026 bertepatan dengan 14 Syawal 1447 Hijriah.
Organisasi ini menggunakan metode hisab atau perhitungan astronomi, yang memungkinkan penentuan tanggal dilakukan jauh hari sebelumnya dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Muhammadiyah juga mengadopsi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang bertujuan menyatukan sistem penanggalan Hijriah secara global. Dengan sistem ini, satu hari Hijriah berlaku sama untuk seluruh dunia.
Di sisi lain, beberapa kalender Islam internasional menunjukkan variasi tanggal yang berbeda. Ada yang mengikuti 13 Syawal, 14 Syawal, bahkan ada pula yang menetapkan 15 Syawal 1447 Hijriah untuk tanggal 2 April 2026.
Perbedaan ini biasanya dipengaruhi oleh lokasi geografis dan metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan.
Metode Penetapan Kalender Hijriah
Perbedaan tanggal tersebut tidak terlepas dari dua metode utama dalam penentuan kalender Hijriah, yaitu rukyat dan hisab.
Metode Rukyat
Metode rukyat dilakukan dengan cara mengamati langsung hilal di ufuk barat setelah matahari terbenam. Pengamatan ini bisa dilakukan dengan mata telanjang maupun menggunakan alat bantu seperti teleskop.
Kementerian Agama RI menggunakan metode ini dengan mengacu pada kriteria MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yaitu:
Tinggi hilal minimal 3 derajat
Elongasi minimal 6,4 derajat
Jika hilal tidak terlihat, maka bulan berjalan digenapkan menjadi 30 hari. Oleh karena itu, hasil penetapan bisa berubah mengikuti kondisi cuaca dan visibilitas hilal.
Metode Hisab
Berbeda dengan rukyat, metode hisab menggunakan perhitungan matematis dan astronomi untuk menentukan posisi bulan. Muhammadiyah menggunakan pendekatan hisab hakiki kontemporer dengan prinsip wujudul hilal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










