Kebijakan WFH Tak Ganggu Kinerja ASN di Daerah, Layanan Masyarakat Tetap Jalan

AKURAT.CO Kebijakan work from home (WFH) satu hari sepekan bagi ASN diyakini tidak akan mengganggu produktivitas para pegawai di daerah. Sebab, pemerintah telah memiliki pengalaman yang cukup dalam menerapkan kebijakan WFH, khususnya saat Indonesia dilanda Covid-19.
Hal tersebut dapat menjadi modal yang cukup dalam mematangkan berbagai instrumen dalam menghadapi WFH sehari, khususnya dalam sektor pelayanan masyarakat.
"Pelayanan tetap jalan, semua tetap jalan dan bidang-bidang yang vital, bidang-bidang keamanan, kesehatan tetap jalan dengan baik dan pengalaman ini adalah pengalaman yang kita bisa ambil pada saat sekarang ini dimana kita melakukan WFH sehari," kata Anggota Komisi XI DPR RI, Wihadi Wiyanto, dalam diskusi bertajuk “Gerakan Transformasi Budaya Kerja Baru Berbasis Keberlanjutan: Langkah Kecil, Dampak Besar” yang digelar Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI) di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Baca Juga: Keberhasilan WFH ASN Bergantung pada Kedisiplinan Instansi Jaga Kualitas Pelayanan
Wihadi mengatakan, kebijakan WFH sehari bagi ASN ini juga diharapkan dapat mendukung langkah-langkah efisiensi yang dilakukan pemerintah, terutama di tengah krisis energi yang tengah melanda dunia.
"Tapi dengan work from home saya kira efisiensinya dapat berjalan dengan baik, pelayanan juga tetap dapat berjalan dengan baik. Nah ini kita dorong kepada pemerintah dalam hal ini untuk yang namanya efisiensi ini bisa dilakukan dalam situasi krisis energi," ujarnya.
Politisi Partai Gerindra itu mengatakan bahwa DPR sangat mendukung kebijakan WFH yang diterapkan pemerintah, dan mendorong agar layanan tetap dapat berjalan dengan baik, termasuk di daerah.
"Jadi sinergi antara pemerintah dengan DPR saya kira sudah satu tone, satu frekuensi dan kita dorong terus pemerintah bagaimana melakukan layanan yang baik bahkan sampai pada masyarakat di bawah, masyarakat di kabupaten/kota itu sudah tidak ada masalah karena internet kita juga sudah dengan baik," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








